Ribuan Warga di Beberapa Kota di Israel Demo Netanyahu

Senin 22-06-2026,12:45 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

TEL AVIV, SUMEKS.CO - Untuk kesekian kalinya Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu didemo warganya. Senin (22/6/2026) hari ini Netanyahu didemo warganya. Unjuk rasa berlangsung di beberapa kota di Israel, termasuk ibu kota Israel, Tel Aviv, untuk memprotes pemerintahan Benjamin Netanyahu. Dalam aksinya, para demonstran mengkritik kebijakan Netanyahu dan menuntutnya mundur dari jabatannya.

Beberapa demonstran juga menuduh Netanyahu telah memperpanjang perang tanpa arah politik yang jelas.

Laporan surat kabar berbahasa Ibrani, Haaretz, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (22/6/2026), menyebut ratusan warga Israel berpartisipasi dalam unjuk rasa yang digelar di berbagai lokasi, pada Sabtu (20/6) waktu setempat, untuk secara terang-terangan menentang pemerintahan Netanyahu.

Sebanyak 1.000 demonstran, menurut laporan Haaretz, bergabung dalam unjuk rasa utama yang digelar di Lapangan Habima, pusat kota Tel Aviv.

BACA JUGA:Menlu Iran Ungkap Perundingan dengan AS Menunjukkan Kemajuan Signifikan

BACA JUGA:Kesepakatan Damai Perang Iran-AS Ditandatangani, Delegasi 2 Negara Bahas Implementasi Perjanjian di Swiss

Aksi protes juga berlangsung di wilayah Yerusalem yang diduduki, dengan Kepolisian Israel menyita pengeras suara yang digunakan para demonstran yang berkumpul di Lapangan Paris di dekat kediaman Netanyahu. Penyitaan itu disebut didasari alasan pencegahan kebisingan.

Dalam unjuk rasa utama di Tel Aviv, salah satu demonstran, Carmit Palty Katzir, mengkritik kebijakan pemerintahan Netanyahu. Ayah Katzir tewas akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sedangkan ibu dan saudara laki-lakinya disandera oleh Hamas di Jalur Gaza sebelum akhirnya dibebaskan.

Dia mengatakan bahwa lebih dari 1.000 warga Israel telah tewas sejak Oktober 2023, dan puluhan ribu orang lainnya mengalami luka fisik dan psikologis.

BACA JUGA:Kesepakatan Damai Iran-AS Ditandatangani, ini Kata Motjaba Khamenei

BACA JUGA:Tuntas Baca 14 Poin Perjanjian Perdamaian Perang AS-Iran, Tak Terbantahkan Iran Menang Perang

Katzir, menurut laporan Haaretz, menuduh Netanyahu telah memperpanjang perang tanpa arah politik yang jelas. Dia menuding PM Israel itu memiliki tujuan utama untuk dirinya sendiri, yakni "keberlangsungan politik".

Secara terpisah, mantan wakil kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Eran Etzion, yang berpartisipasi dalam unjuk rasa di kota Haifa, Israel bagian utara, memperingatkan pada demonstran untuk mewaspadai seruan "persatuan nasional" sebelum pemilu.

Etzion menyebut seruan semacam itu dimanfaatkan untuk membungkam "publik" dan mengaburkan "perbedaan politik".

Unjuk rasa serupa digelar di kota-kota dan persimpangan di Israel bagian utara, termasuk Karkur, Afula, Rosh Pina, dan Nahariya, juga di kota Beersheba yang ada di bagian selatan Israel.

Kategori :