Demo Besar-besaran Lengserkan Menteri Pendidikan India, ini Masalahnya
Bendera India.--
SUMEKS.CO - Demo besar-besaran yang dilakukan warga India meminta Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan untuk mengundurkan diri, terbukti mujarab. Dharmendra pun akhirnya mengundurkan diri pada Sabtu (25/7/2026). Mundurnya sang menteri tersebut memberikan kemenangan besar kepada para demonstran muda di seluruh negeri yang menuntut agar ia mundur untuk bertanggung jawab atas kebocoran soal ujian.
Menteri tersebut mengumumkan pengunduran dirinya di media sosial X, ketika polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran muda di New Delhi, ibu kota India.
"Mengingat situasi yang telah terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, agar kekuatan anti-nasional tidak mengambil keuntungan dari situasi ini... Saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri," tulis Pradhan dalam unggahannya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2026).
BACA JUGA:Ini Jadwal Final Singapore Open 2026, Fajar/Fikri Tantang Wakil India
BACA JUGA:Singapore Open 2026 - Jojo Kalah di Babak Pertama oleh Wakil India
"Saya sangat menghormati aspirasi, perasaan, dan harapan yang sah dari kaum muda negara ini," imbuhnya.
Sorak sorai terdengar di antara ribuan demonstran yang telah berunjuk rasa di New Delhi dan tempat-tempat lain ketika berita pengunduran diri tersebut menyebar.
Sebelumnya, otoritas federal telah membatasi akses ke internet dan ke 18 stasiun metro untuk mencoba membatasi aksi-aksi protes di New Delhi.
Kemarahan memuncak sejak polisi pada hari Senin lalu melukai banyak mahasiswa, melancarkan serangan dengan pentungan dan menembakkan gas air mata untuk menghalau kerumunan demonstran yang bergerak menuju parlemen.
BACA JUGA:Patung Messi di India Diprotes, Warga Langsung Lapor Polisi
BACA JUGA:Skuter Listrik Jepang vs India Mulai Panas, Mana yang Lebih Awet dan Canggih?
Protes tersebut, yang sebagian besar dipimpin oleh kaum muda dan dipicu oleh ketidakpuasan atas kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi yang sangat penting, mencerminkan kemarahan atas kelangkaan lapangan kerja, korupsi, dan akuntabilitas pemerintah. (dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


