Kiai Raja, Raja Kiai

Selasa 16-06-2026,09:22 WIB
Reporter : KH. Mudrik Qori

Sebab, sebagaimana dikatakan Ibnu Khaldun (2005), kemunduran suatu peradaban sering dimulai ketika para pemimpinnya lebih sibuk mempertahankan kehormatan pribadi daripada memperkuat institusi yang dipimpinnya.

Pada akhirnya, kebesaran seorang kiai tidak ditentukan oleh banyaknya pengikut, luasnya pesantren, atau panjangnya gelar akademik yang disandang.

Kebesaran seorang kiai ditentukan oleh kemampuannya menjaga hati ketika penghormatan datang dari segala arah.

Karena pesantren yang besar bukan hanya melahirkan santri yang cerdas, tetapi juga lahir dari pemimpin yang terus merasa menjadi murid.

Dalam konteks yang lebih luas, refleksi ini sesungguhnya tidak hanya ditujukan kepada para kiai.

Setiap pemimpin, apa pun bidang pengabdiannya di pesantren, kampus, pemerintahan, organisasi, dunia usaha, maupun keluargaakan menghadapi ujian yang sama.

Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar godaan untuk merasa tidak membutuhkan nasihat.

Padahal, sejarah menunjukkan bahwa yang menghancurkan seorang pemimpin sering kali bukan kekurangan kemampuan, melainkan hilangnya kerendahan hati.

Karena itu, ukuran kebesaran seorang pemimpin bukanlah seberapa banyak orang yang memujinya, melainkan seberapa besar kesediaannya untuk tetap belajar ketika dirinya dianggap telah mengetahui segalanya.

Bukan pula seberapa luas pengaruh yang dimilikinya, melainkan seberapa terbuka hatinya menerima kritik yang jujur.

Pada akhirnya, kepemimpinan yang bertahan lama bukanlah kepemimpinan yang dibangun di atas kultus individu, melainkan kepemimpinan yang melahirkan tradisi ilmu, keteladanan, dan kader-kader yang mampu melanjutkan perjuangan.

Di situlah makna terdalam dari tawadhu’. Bahwa semakin tinggi seseorang di mata manusia, semakin ia menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Allah SWT.

Sebab, sebagaimana pepatah para ulama, padi yang semakin berisi akan semakin merunduk. Dan pemimpin yang semakin besar seharusnya semakin rendah hati.

Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

1 Muharram 1448 H / 16 Juni 2026

Dr. Drs. KH. Mudrik Qori, M.A.

Kategori :

Terkait

Selasa 16-06-2026,09:22 WIB

Kiai Raja, Raja Kiai