Beberapa gempa lainnya tercatat memiliki magnitudo lebih kecil, namun tetap dirasakan oleh masyarakat, seperti di wilayah Konawe, Kolaka, Kendari, hingga Bali.
Meski tidak menimbulkan kerusakan besar, gempa-gempa tersebut cukup membuat warga merasakan getaran dan meningkatkan kewaspadaan.
BMKG menjelaskan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik yang dipicu oleh aktivitas pergerakan lempeng bumi. Indonesia sendiri berada di wilayah cincin api Pasifik (Ring of Fire) yang memang rawan terhadap aktivitas gempa bumi dan letusan gunung berapi.
Meski demikian, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya potensi tsunami dari rangkaian gempa tersebut.
BMKG juga memastikan bahwa seluruh gempa yang terjadi masih dalam kategori wajar sebagai bagian dari aktivitas geologi di wilayah Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami guncangan cukup kuat.
BMKG juga mengingatkan pentingnya memahami langkah-langkah mitigasi bencana, seperti mencari tempat aman saat terjadi gempa dan tidak panik.
Fenomena gempa yang terjadi secara beruntun ini menjadi pengingat bahwa Indonesia merupakan wilayah yang aktif secara seismik.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal penting dalam menghadapi potensi bencana.
Dengan meningkatnya aktivitas gempa dalam beberapa pekan terakhir, BMKG terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi secara berkala kepada masyarakat.
BACA JUGA:Warga Semburat, Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Poso, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
BACA JUGA:Peringatan Dini BMKG, Waspada Cuaca Palembang dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Ringan
Berikut data 30 gempa dirasakan (lokasi & skala MMI) berdasarkan data BMKG yang kamu berikan:
Daftar 30 Gempa Dirasakan (Lokasi & Skala)
Bitung (Sulut) -l III Manado
Sukabumi (Jabar) III Ciracap, III Surade, III Kabandungan, II-III Cidolog