BPBD OKI Turunkan TRC Tangani Jalan Rusak di Mesuji Raya Akibat Hujan Deras
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah.
Salah satu lokasi terdampak berada di Kecamatan Mesuji Raya, di mana ruas jalan penghubung antar desa mengalami kerusakan cukup parah akibat genangan air dan banjir.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim ini bekerja sama dengan aparat TNI–Polri serta perangkat desa setempat untuk memastikan akses masyarakat tetap dapat digunakan.
Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, mengatakan bahwa pihaknya selalu mengerahkan tim TRC ketika menerima laporan kerusakan jalan akibat bencana hidrometeorologi, terutama yang dipicu curah hujan tinggi.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap terjadi saat musim hujan karena air yang meluap sering merusak badan jalan di beberapa wilayah pedesaan.
“Setiap kali terjadi kerusakan jalan akibat hujan deras atau banjir, tim TRC BPBD OKI segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu penanganan awal,” ujar Listiadi, Selasa (22/4/2025).
Ia menjelaskan, salah satu kejadian yang cukup berdampak terjadi pada April 2025 lalu di Kecamatan Mesuji Raya. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan air meluap dan menggenangi badan jalan utama penghubung antar desa.
Genangan air yang bertahan cukup lama membuat kondisi jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.
Akibatnya, aktivitas masyarakat sempat terganggu karena kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dengan normal.
Pada beberapa titik, warga bahkan terpaksa mendorong sepeda motor mereka melewati jalan yang tergenang air dan berlumpur. Sebagian lainnya memilih berjalan kaki karena kendaraan tidak dapat melintasi jalur tersebut.
“Warga harus berjalan kaki atau mendorong kendaraan melewati genangan air yang cukup dalam,” jelas Listiadi.
Selain itu, genangan air yang cukup tinggi juga menyebabkan kerusakan pada permukaan jalan. Aspal di sejumlah titik terkelupas dan membentuk lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya sistem drainase yang memadai di sekitar ruas jalan tersebut. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga menggenangi badan jalan dalam waktu cukup lama.
Listiadi menjelaskan bahwa banjir yang merendam jalan tersebut berasal dari luapan aliran air di parit serta sungai kecil yang berada di sekitar permukiman warga.