Karena saluran air tidak mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan deras, air akhirnya meluap dan menggenangi ruas jalan utama.
“Air yang meluap dari parit dan aliran sungai kecil di sekitar pemukiman menyebabkan badan jalan terendam cukup lama,” katanya.
Dampak dari kerusakan jalan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat.
Sejumlah pelajar di wilayah tersebut terpaksa tidak masuk sekolah karena akses menuju sekolah sulit dilalui. Selain itu, para petani juga mengalami kesulitan mengangkut hasil panen dari kebun menuju pasar.
Gangguan transportasi ini bahkan sempat memengaruhi distribusi barang kebutuhan pokok di beberapa warung warga.
“Pasokan barang ke warung sempat terhambat karena kendaraan pengangkut tidak bisa melewati jalan tersebut. Akibatnya harga beberapa kebutuhan pokok sempat naik,” ungkap Listiadi.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD OKI langsung menurunkan tim TRC guna melakukan asesmen serta penanganan darurat di lapangan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka jalur alternatif sementara agar masyarakat tetap dapat beraktivitas.
Tim TRC bersama aparat desa dan masyarakat setempat melakukan perbaikan sementara dengan menimbun bagian jalan yang rusak dan membuat jalur darurat agar kendaraan roda dua masih dapat melintas.
Langkah tersebut dilakukan sebagai solusi sementara sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.
Setelah beberapa waktu, genangan air mulai surut. Namun kondisi jalan belum sepenuhnya kembali normal karena sebagian badan jalan masih rusak.
Berdasarkan laporan dari Bidang Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD OKI, banjir yang terjadi pada April lalu menyebabkan kerusakan jalan cukup parah di ruas Desa Embacang Permai hingga Desa Rotan Mulya.
Panjang ruas jalan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer.
Ruas jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat setempat karena digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi warga, kegiatan pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian.
Karena itu, BPBD OKI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan secara permanen.
Listiadi berharap adanya peningkatan kualitas infrastruktur jalan serta sistem drainase yang lebih baik di wilayah rawan banjir, sehingga kerusakan serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.