Skema Murur dan Tanazul Dioptimalkan Demi Keselamatan Lansia Saat Puncak Haji

Senin 23-02-2026,07:19 WIB
Reporter : Mia Utari
Editor : Mia

Selain itu, Indonesia juga mendorong penguatan dukungan medis di jalur menuju Jamarat untuk mempercepat respons dalam situasi darurat saat puncak lempar jumrah.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko fatal akibat kelelahan, dehidrasi, atau komplikasi penyakit bawaan yang kerap muncul pada fase tersebut.

Pemerintah ingin mengubah pendekatan penanganan kesehatan jemaah dari reaktif menjadi preventif dengan memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga sepanjang rangkaian ibadah.

BACA JUGA:Kasus Haji Furoda Bodong, Tiga Pengelola PT Selapan Amanah Jaya Dikabarkan Jadi Tersangka

BACA JUGA:Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Berangkat Tahap Berikutnya

Melalui penguatan istithaah kesehatan, optimalisasi skema Tanazul Murur, serta koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi, Indonesia optimistis penyelenggaraan Haji 1447 H dapat berlangsung lebih tertib dan berorientasi pada keselamatan jemaah.

Diketahui. Tanazul dan Murur adalah kebijakan manajemen haji dari Kemenag/PPIH untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah dan Mina.

Murur adalah skema jemaah dari Arafah yang hanya melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus (tidak mabit), lalu langsung menuju Mina.

Kebijakan ini ditujukan bagi jemaah uzur seperti lansia dan risiko tinggi, dan diperbolehkan berdasarkan fatwa dalam kondisi darurat.

Tanazul adalah skema jemaah yang kembali lebih awal ke hotel di Mekkah setelah melempar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijjah, tanpa bermalam di Mina pada hari Tasyrik.

Kebijakan ini bertujuan mencegah kepadatan tenda dan dinilai sah secara syariah menurut pendapat ulama yang membolehkan.

 

Kategori :