Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Bagaimana Nasib 58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia?
Eskalasi konflik Timur Tengah ganggu penerbangan regional. Pemerintah siagakan tim di Jeddah untuk lindungi jemaah umrah Indonesia.--
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Apakah Jemaah Umrah Indonesia Aman?
Jeddah, sumeks.co, Bagaimana dampak penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah terhadap nasib puluhan ribu jemaah umrah Indonesia saat ini?
Pemerintah Indonesia melalui Kemenhaj memastikan kondisi jemaah umrah di Arab Saudi tetap aman dan seluruh jemaah dalam pemantauan ketat.
Ya meski sejumlah penerbangan mengalami penyesuaian akibat eskalasi keamanan kawasan Tersebut.
Beberapa negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah menghentikan sementara operasional ruang udara untuk penerbangan kedatangan maupun keberangkatan.
Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih membuka penerbangan secara terbatas dengan status siaga tinggi.
Otoritas Arab Saudi menyatakan situasi domestik tetap terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal dengan peningkatan standar kewaspadaan keamanan.
BACA JUGA:KBRI Tehran Keluarkan Imbauan Darurat untuk WNI di Tengah Eskalasi Konflik Iran
BACA JUGA:Iran Membalas, Gempur 5 Pangkalan Militer AS, Timur Tengah di Ambang Perang Besar
KUH Jeddah Siagakan Tiga Tim di Bandara. Mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah Indonesia tertahan di bandara, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah langsung mengaktifkan langkah mitigasi.
Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyampaikan bahwa tiga tim telah dibentuk dan disiagakan dalam tiga shift di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji Bandara Jeddah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pendampingan, koordinasi, serta pelayanan kepada jemaah umrah Indonesia yang terdampak perubahan jadwal penerbangan tetap berjalan optimal.
KUH Jeddah juga membuka komunikasi intensif dengan maskapai, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta mitra layanan di Arab Saudi guna mencari solusi cepat bagi jemaah yang mengalami penundaan kepulangan.
Hampir 59 Ribu Jemaah Masih di Arab Saudi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
