Namun ketika hanya digunakan untuk membaca atau menulis pesan, sistem akan menurunkan konsumsi energi agar baterai lebih awet. Dengan cara ini, perangkat terasa lebih responsif sekaligus hemat daya.
Ada juga inovasi dalam hal interaksi fisik dengan perangkat. Android 16 memperkenalkan “gesture layer” yang lebih canggih, memungkinkan kontrol tanpa menyentuh layar.
Misalnya, pengguna bisa menggulir halaman hanya dengan melambaikan tangan di atas layar, atau menerima panggilan dengan gerakan sederhana. Teknologi ini memanfaatkan sensor baru yang lebih presisi, sehingga interaksi terasa futuristik dan praktis.
Semua fitur ini, meski sebagian besar belum diumumkan secara resmi, menunjukkan arah baru dalam evolusi smartphone.
Android 16 bukan hanya sekadar pembaruan sistem operasi, melainkan sebuah lompatan yang membuat perangkat terasa lebih pintar, lebih aman, dan lebih intuitif.
Dengan kombinasi AI, privasi tingkat lanjut, multitasking fleksibel, serta kontrol gestur, cara orang menggunakan smartphone akan berubah dari sekadar alat komunikasi menjadi asisten digital yang benar-benar memahami kebutuhan sehari-hari.