2. Transisi Hijau yang Adil
Generasi ini memahami bahwa krisis iklim bukan sekadar isu lingkungan, melainkan soal masa depan ekonomi, kesehatan, dan keadilan sosial. Mereka harus menuntut integrasi serius kebijakan iklim ke dalam pembangunan nasional transisi energi, mobilitas berkelanjutan, perlindungan pekerja, serta adaptasi terhadap bencana.
3. Reformasi Pendidikan dan Kesehatan Mental
Kesehatan mental bukan lagi urusan privat. Gen Z harus mendorongnya menjadi isu kebijakan publik, termasuk layanan yang terjangkau dan tidak distigmatisasi. Sistem pendidikan juga harus direformasi agar tidak hanya mencetak lulusan, tetapi mempersiapkan manusia dengan critical thinking, digital literacy, dan kemampuan beradaptasi.
4. Kotak Suara Sebagai Alat Negosiasi
Gen Z bukan hanya memilih, tetapi menegosiasikan masa depan. Mereka harus menuntut janji kebijakan yang konkret dari kandidat politik dan memastikan bahwa janji itu ditepati setelah pemilu. Kotak suara bukan akhir partisipasi, tetapi awal pengawasan.
Jika mampu menjaga konsistensi dan daya tahan, Gen Z bisa menjadi generasi paling transformatif dalam sejarah politik Indonesia. Mereka memiliki semua modal: kecepatan, kesadaran, jaringan, dan teknologi. Tetapi perubahan sejati tidak datang dari viralitas semata. Ia menuntut kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk terlibat dalam proses yang lambatyaitu: kebijakan, advokasi, dan legislasi.
Mampukah kita menciptakan perubahan struktural? Jawabannya: Ya, bisa.
Jika kita bersedia menukarkan sebagian waktu scrolling dengan membaca draf RUU, menghadiri forum publik, membangun komunitas, dan terus menagih janji para pemimpin bahkan setelah hype pemilu menghilang. Hanya dengan begitu, Gen Z dapat berubah dari sekadar konsumen politik, menjadi arsitek masa depan bangsa.
Referensi: Pew Research Center. (2020). On the Cusp of Adulthood and Facing an Uncertain Future: What We Know About Gen Z Today. (Studi penting yang memberikan profil demografi dan sosial Gen Z secara global). Van Dijck, J. (2013). The Culture of Connectivity: A Critical History of Social Media. Oxford University Press. (Kajian teoretis tentang bagaimana media sosial memengaruhi bentuk aktivisme dan perhatian publik, relevan untuk analisis slacktivism). Kajian Lembaga Survei Indonesia (LSI)/Indikator Politik yang berfokus pada preferensi politik dan tingkat partisipasi Gen Z dalam pemilu terakhir. (Wajib dicantumkan untuk mendukung data statistik). Kajian Lembaga Survei Indonesia (LSI)/Indikator Politik Jurnal Ilmu Politik atau Sosiologi