Diketahui, kasus perampasan mobil hingga pengeroyokan oleh 2 debt collector terhadap oknum polisi berinisial Aiptu FN, resmi dilaporkan ke SPKT Polda Sumsel.
Laporan perampasan hingga pengeroyokan itu langsung dilaporkan oleh DS (44) yang merupakan istri Aiptu FN didampingi kuasa hukumnya Rizal Syamsul SH, Minggu 24 Maret 2024 dini hari lalu.
BACA JUGA:Jalani Hukuman Patsus Selama 30 Hari, Kabid Humas Sebut Aiptu FN Melindungi Keselamatan Keluarga
Rizal menegaskan, adapun yang dilaporkan yakni Pasal perampasan, pengancaman, pengeroyokan junto Pasal 53 KUHP Tentang Percobaan Tindak Pidana.
"Ada sejumlah Pasal yang kami laporkan, mulai dari perampasan hingga pengeroyokan tadi malam," ujar Rizal.
Kliennya, tambah Rizal, hingga Minggu 24 Maret 2024 dini hari tadi sudah sempat diperiksa dan dimintai keterangan di Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.
Laporan korban sendiri tercatat dalam Laporan Polisi bernomor STTLP/B/322/III/2024/SPKT Polda Sumsel tertanggal 24 Maret 2024.
Sebelumnya, oknum polisi yang menembak dan melakukan penusukan di parkiran PSX mall Palembang terhadap 2 debt collector kini masih diburu pihak kepolisian.
Salah satu korban yang mengalami luka akibat penusukan senjatan tajam masih dalam perawatan tim medis di RS Siloam Sriwijaya Palembang.
Sejumlah saksi mata mengungkapkan kronologis kejadian saat dept collector sedang berada di parkiran PSX mall Palembang dan melihat satu unit mobil Toyota Avanza warna putih yang menggunakan nopol palsu.
Lalu, tim debt collector tadi menjelaskan mobil yang dipakai pelaku telat membayar cicilan dan akan ditarik.
BACA JUGA:Cerita Istri Aiptu FN saat Belasan Debt Collector Hadang Mobil di Parkiran Mall, Suami Terluka