Cuan Banget! Intip Rekomendasi Saham Menguntungkan Saat Idulfitri 2024

Minggu 24-03-2024,18:00 WIB
Reporter : Naba
Editor : Edward Desmamora

SUMEKS.CO - Masa Ramadan dan Idulfitri tahun 2024 diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi beberapa saham.

Oleh karena itu, beberapa ahli saham merekomendasikan investasi pada sektor konsumer.

Menurut analis Mirae Sekuritas, Abyan Habib bahwa sektor saham konsumer baik yang bersifat siklikal maupun non-siklikal diprediksi akan mendapatkan sentimen positif selama periode lebaran.

Perusahaan konsumer yang diprediksi akan mendapat manfaat adalah saham pada RALS dan LPPF.

BACA JUGA:Terancam Pidana Nyaris Maksimal, Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Akuisisi Saham PT SBS: Kami Dikriminalisasi

BACA JUGA:Punya Holding Ultra Mikro, Saham BBRI Diprediksi Akan Terus Cetak Rekor

"Selain RALS dan LPPF, perusahaan seperti MAPI dan ACES dalam sektor konsumer siklikal juga diperkirakan akan mengalami dampak investasi saham positif dari perayaan lebaran," ungkap Abyan.

Selain itu, sektor konsumer non-siklikal pada saham juga diprediksi akan merasakan dampak positif, karena permintaan terbesar pada periode libur lebaran dan akhir tahun.


Saham di JPFA dinilai menguntungkan saat Idulfitri 2024--

"Aktualnya, kami lebih cenderung memilih saham-saham konsumer siklikal seperti ACES dan MAPI. Kami memiliki kecenderungan lebih tinggi pada sektor konsumer siklikal karena kedua perusahaan tersebut memiliki pelanggan yang lebih stabil terhadap kondisi makroekonomi yang kurang baik," jelasnya.

Lanjut Abyan juga menegaskan pentingnya bagi investor untuk mempertimbangkan baik sentimen positif maupun negatif terhadap pergerakan harga saham.

BACA JUGA:Duo Bank BUMN Terus Pecahkan Rekor Harga Saham Tertinggi Dalam Sejarah

BACA JUGA:5 Terdakwa Mantan Petinggi PT BA Sebut Proses Akuisisi Saham PT SBS Telah Dikaji Menyeluruh dan Dinilai Layak

"Bukan hanya dari segi fundamental saja," tegasnya.

Sementara, Investment Consultant dari PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada mengamati bahwa selama bulan puasa dan lebaran, terjadi peningkatan konsumsi dan belanja di masyarakat.

"Momentum ini biasanya dianggap sebagai berkah bagi perusahaan-perusahaan di sektor konsumer, ritel, dan kesehatan," ungkapnya.

Reza juga menyoroti bahwa selain sektor konsumer, sektor-sektor seperti telekomunikasi, teknologi, dan jalan tol juga dapat mengalami momentum positif dari bulan Ramadan dan lebaran karena meningkatnya konsumsi masyarakat.

BACA JUGA:Targetkan Pertumbuhan Kredit Double Digit, Prospek Saham BBRI Diramal Cerah

BACA JUGA:Ahli Keuangan Publik Tegaskan Proses Akuisisi Saham PT BA Tak Menyalahi Aturan, Kuasa Hukum: Kami Sependapat!

"Bahkan sektor perbankan pun kemungkinan akan terpengaruh karena transaksi pembayaran dari belanja masyarakat umumnya melibatkan lembaga perbankan," jelas Reza.

Dalam sektor konsumer, Reza merekomendasikan investasi pada saham ICBP, CMRY, ULTJ, dan MYOR.

"Sementara untuk saham-saham yang berfokus pada olahan makanan, peluang cuan terdapat pada CPIN, JPFA, dan BEEF," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, saham adalah instrumen keuangan yang telah lama menjadi pusat perhatian para investor di seluruh dunia.

BACA JUGA:Sidang Kasus Akuisisi Saham PT SBS hingga Larut Malam, Eks Investigator BPKP Pertanyakan Hasil Audit

BACA JUGA:Jadi Saksi Sidang, Dirut Aktif PT BA Sebut Proses Akuisisi Saham PT SBS Sudah Sesuai Prosedur

Dalam dunia keuangan, saham mewakili kepemilikan sebagian dari suatu perusahaan. Ketika seseorang membeli saham, mereka sebenarnya membeli sebagian kecil dari perusahaan tersebut.

Secara sederhana, saham adalah sertifikat kepemilikan dalam suatu perusahaan. Ketika seseorang membeli saham perusahaan, mereka menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Saham ini diperdagangkan di pasar saham, di mana harga saham dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran dari para investor.

Lantas, mengapa harus berinvestasi dalam saham?

Investasi dalam saham menawarkan potensi keuntungan yang tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti obligasi atau deposito. Meskipun begitu, investasi saham juga melibatkan risiko yang lebih tinggi karena fluktuasi harga yang mungkin terjadi.

BACA JUGA:Kuasa Hukum PT SBS Klaim Proses Akuisisi Saham Sangat Bermanfaat Besar Bagi PT BA

BACA JUGA:Terkini Kasus Korupsi Akuisisi Saham PT SBS, Kuasa Hukum: Kerugian Negara Nihil!

Bagaimana Cara Memulai Berinvestasi dalam Saham?

1.Pendidikan tentang Pasar Saham

Penting untuk memahami bagaimana pasar saham beroperasi sebelum memulai investasi. Buku, kursus online, dan sumber daya pendidikan lainnya dapat membantu memahami dasar-dasar investasi saham.

2. Pilih Perusahaan yang Tepat

Ketika memilih saham untuk dibeli, penting untuk melakukan riset tentang perusahaan tersebut.

Pertimbangkan kinerja keuangan mereka, model bisnis, dan prospek pertumbuhan di masa depan.

3. Diversifikasi Portofolio

Risiko dapat dikelola dengan cara mendiversifikasi portofolio investasi. Dengan memiliki saham dari berbagai perusahaan dan sektor industri, dapat mengurangi risiko spesifik yang terkait dengan satu saham atau sektor tertentu.

BACA JUGA:Jelang Idulfitri dan Pilkada Serentak, Karo PID Div Humas Polri Sampaikan Arahan ke Kabid Humas Se-Indonesia

BACA JUGA:Polda Sumsel Gelar Rapat Jelang Kesiapan Hadapi Idulfitri 1445 H, Wakapolda Sampaikan Pesan Ini

4. Rekanan dengan Profesional Keuangan

Untuk investor yang baru memulai, bergabung dengan perusahaan sekuritas atau mendapatkan saran dari profesional keuangan dapat membantu dalam mengembangkan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko.

Kategori :