Universitas Bina Darma Palembang dan Universiti Malaya Malaysia Kolaborasi Lakukan Penelitian Kain Songket

Senin 01-01-2024,13:54 WIB
Reporter : Edy Handoko
Editor : Edy Handoko

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Universitas Bina Darma (UBD) Palembang dan Universiti Malaya, Malaysia, melakukan penelitian mengenai kain songket khas Sumsel.

Tema join research ini adalah mengenai songket yang merupakan warisan budaya melayu baik dari Indonesia dan Malaysia.

Dalam riset yang dilakukan, dihadiri langsung Dr Rahma santhi Zinaida, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi S2 dan Prof Isnawijayani, PhD.

Kemudian, Direktur Pascasarjana Universitas Bina Darma Palembang bersama dengan research fellow dari Universiti Malaya Dr Ruhana Padzil.

BACA JUGA:Buka Pojok Statistik, Rektor UBD Palembang Beri Edukasi Mahasiswa dan Akademisi

Pada penelitian tersebut, dibuat dalam bentuk paper dan dipresentasikan pada kegiatan Persidangan Antar Bangsa Sejarah dan Warisan Budaya di Alam Melayu (PASWAM).

Dalam persidangan ini, Dr Rahma Santhi Zinaida memaparkan hasil penelitian bersama Indonesia-Malaysia ini selanjutnya akan diteruskan kembali penelitiannya, dengan harapan hasil luaran jurnal internasional dan buku.

Kerjasama antara UBD dan Universiti Malaya ini akan dilanjutkan dalam satu tahun kedepan. Masing-masing peneliti akan memfokuskan pada kajian gender penenun songket.

Songket merupakan salah satu dari sekian banyak kain tradisional khas indonesia yang sangat populer di dunia.

BACA JUGA:Mahasiswa UBD Palembang Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Sukses Gelar Pentas Drama 'Dul Kancil'

Palembang sebagai kota yang identik dengan pengrajin kain tenun yaitu songket memiliki ragam sejarah dan budaya.

Dari ragam dan budaya ini juga yang mempengaruhi kain songket dari berbagai hal seperti design, warna, motif, benang dan lain-lain.

Selain itu, Malaysia juga merupakan negara yang memiliki keunikan ragam kain tradisional salah satunya adalah songket melayu.

Kesamaan budaya dan sejarah yang membuat songket dianggap menjadi alat pemersatu budaya antara Malaysia dan Indonesia.

BACA JUGA:Wujudkan UBD Unggul 2025, Universitas Bina Darma Palembang Kenalkan Layanan Rektor Mendengar

Dalam sejarahnya, laki-laki memakai songket sebagai destar, tanjak, atau ikat kepala. Kemudian barulah kaum perempuan Melayu mulai mengenakan songket sebagai sarung dengan baju kurung.

Kategori :