Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, ini Rekam Jejak Kariernya di Militer
Ryamizard Ryacudu.--
JAKARTA, SUMEKS.CO - Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014–2019, Ryamizard Ryacudu meninggal dunia, Ahad(31/5/2026). Jenderal asal Sumsel itu mengembuskan napas terakhir di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Kabar wafatnya mantan Menteri Pertahanan era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu dibenarkan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Kolonel (Arm) Rico Ricardo Sirait.
"Benar, kami mendapat informasi berita duka cita, bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD," kata Rico Ricardo Sirait kepada wartawan, Ahad.
BACA JUGA:Istri Jakob Oetama Meninggal, ini Usianya
BACA JUGA:Pendiri PAN Meninggal, Zulkifli Hasan-Hatta Rajasa Langsung Melayat
Semasa hidupnya, Ryamizard dikenal sebagai salah satu tokoh militer senior yang memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan TNI. Selain menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2014–2019, ia juga pernah menduduki berbagai posisi penting di TNI Angkatan Darat, termasuk sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Karier militernya dimulai setelah menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Ia kemudian mengikuti Sekolah Khusus Calon Perwira pada 1985–1986. Pengembangan karier militernya berlanjut dengan menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 1991.
Dalam kehidupan pribadinya, Ryamizard merupakan menantu dari almarhum Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno.
Nama Ryamizard juga pernah menjadi sorotan ketika diusulkan sebagai calon Panglima TNI pada penghujung masa pemerintahan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
BACA JUGA:Innalillahi, Lagi Jemaah Haji Asal Palembang Meninggal Dunia, Dimakamkan di Sharaya Makkah
Namun, seiring pergantian pemerintahan kepada Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pencalonannya dibatalkan. Pada akhirnya, jabatan Panglima TNI diberikan kepada Djoko Suyanto pada 2006. (dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



