Ribuan Personel Disiagakan, OKI Tanggap Karhutla Sejak Dini

Ribuan Personel Disiagakan, OKI Tanggap Karhutla Sejak Dini

Kapolda Sumsel dan Bupati OKI melihat sejumlah peralatan dalam penanganan Karhutla. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--

Ribuan Personel Disiagakan, OKI Tanggap Karhutla Sejak Dini

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, bersama Forkopimda dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menggelar Apel Besar Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu, 22 April 2026. 

Kegiatan ini dirangkai dengan Apel Sabuk Kamtibmas dan Bhabinkamtibmas sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sebanyak 1.051 personel diterjunkan dalam apel tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api. Hasil pengecekan menunjukkan seluruh peralatan dalam kondisi siap pakai, termasuk dukungan dari sektor swasta.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr Sandi Nugroho, SIK, SH, MHum, yang memimpin apel, menegaskan kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui sinergi dan langkah konkret di lapangan. 

BACA JUGA:Kapolda Sumsel Turun Langsung di OKI, Pimpin Apel Besar dan Tekankan Siaga Karhutlah

BACA JUGA:Kapolda Sumsel Pimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas di OKI, Target Zero Karhutla 2026

Ia menekankan pentingnya pencegahan serta deteksi dini dalam menghadapi potensi kebakaran.

“Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesungguhan untuk menyatukan langkah dan meningkatkan kewaspadaan bersama," ujarnya. 

"Dari OKI, kita tegaskan kesiapan menghadapi musim kemarau 2026 sekaligus memperkuat penanggulangan bencana yang cepat dan terpadu,” tambahnya. 

Kapolda menambahkan, kesiapan harus mencakup seluruh sumber daya, mulai dari personel, peralatan, logistik, hingga sistem komando lapangan. 

BACA JUGA:Antisipasi Karhutla 2026, Ratu Dewa Instruksikan OPD Kolaborasi dan Fokus Deteksi Dini di Titik Rawan

BACA JUGA:Terungkap di Sidang, Desa Dipaksa Anggarkan Pompa Karhutla Hingga Harga Dimarkup Dua Kali Lipat

Ia juga meminta patroli terpadu diperkuat, disertai percepatan verifikasi titik panas agar kebakaran dapat dikendalikan sejak dini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait