Bahas Bencana Asap dan Penanggulangan Karhutla, Forkopimda Ogan Ilir Sepakat Duduk Bersama

Bahas Bencana Asap dan Penanggulangan Karhutla, Forkopimda Ogan Ilir Sepakat Duduk Bersama

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, memimpin Rakor penanggulangan bencana asap di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2026.--

OGAN ILIR, SUMEKS.CO - Memperkuat sinergitas dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Ogan Ilir bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir duduk bersama.

Bersama seluruh stakeholder terkait, gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) membahas bencana asap serta langkah penanggulangan Karhutla, berlangsung di Ruang Rapat Utama KPT Tanjung Senai, Rabu, 15 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, unsur Forkopimda, perwakilan TNI, BMKG, BPBD, perusahaan, serta para camat dan kepala desa se-Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam sambutannya, Bupati Ogan Ilir menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi bencana asap akibat Karhutla, yang berpotensi menimbulkan dampak luas, baik terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, maupun perekonomian daerah.

BACA JUGA:Polda Sumsel Ingatkan Waspada Fenomena Godzilla, Panas Ekstrim Picu Kekeringan Hingga Karhutla, Langkahnya!

BACA JUGA:Waspada El Nino “Godzilla”! Polda Sumsel Siaga Hadapi Ancaman Karhutla

'Rapat koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanggulangan karhutla, khususnya dampak asap yang ditimbulkan. Kita semua harus berperan aktif dalam pencegahan dan penanganannya agar tidak meluas," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo menekankan, bahwa penanganan bencana asap akibat karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan.

"Kita harus mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu, penanggulangan di lapangan harus dilakukan secara cepat dan terpadu agar api tidak meluas dan asap dapat diminimalisir," tegas Kapolres.

Ia juga menyoroti bahwa bencana asap akibat karhutla dapat mengganggu berbagai sektor, mulai dari kesehatan akibat gangguan pernapasan, terganggunya aktivitas transportasi karena jarak pandang terbatas, hingga potensi kerugian ekonomi seperti gagal panen dan distribusi bahan pokok.

BACA JUGA:Cuaca di Ogan Ilir Kian Panas, Sat Samapta Polres OI Siagakan Personel Terhadap Ancaman Karhutla

BACA JUGA:Kebakaran Lahan Sejak Kemarin, Bikin Kabut Asap Menyerang Jalan Lintas Palembang-Indralaya Ogan Ilir

Dalam rapat tersebut, BMKG menyampaikan bahwa wilayah Sumatera Selatan diprediksi akan memasuki musim kemarau mulai Mei hingga Juni 2026, dengan puncak kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya karhutla yang berdampak pada munculnya bencana asap.

BPBD Kabupaten Ogan Ilir turut memaparkan kesiapan sarana dan prasarana, serta rencana aksi penanggulangan yang meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan posko siaga, penyediaan peralatan pemadaman, serta kesiapan personel dalam menghadapi bencana asap akibat karhutla.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait