Diprediksi Kemarau Lebih Panjang, Terutama di Kabupaten Banyuasin
Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten banyuasin beberapa waktu lalu.-foto:doksumeksco-
BANYUASIN, SUMEKS.CO- Diprediksi musim kemarau di Tahun 2026 ini menurut Kepala BPBD BANYUASIN, Reza Agus Perdana bakal lebih panjang dibandingkan Tahun 2025 yang lalu.
"Diprediksi durasi musim kemarau Tahun 2026 ini lebih panjang terutama di Kabupaten Banyuasin,"katanya.
Oleh karena itu pihaknya akan siap siaga untuk mengantisipasi karhutla dan lain sebagainya terutama di Kabupaten Banyuasin."Kita akan siapkan empat posko karhutla,"jelasnya.
Nantinya tiap posko akan ada tim gabungan yang terdiri dari personil TNI/Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, TRC, desa peduli api dan lainnya.
BACA JUGA:Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Banyuasin, Polisi Sita 13 Gram Lebih Barang Bukti
Saat ini kata Reza adalah mulai masuk musim peralihan yaitu dari musim hujan ke musim kemarau."Sudah peralihan musim,'' ungkapnya. Diprediksi awal musim kemarau terutama di Kabupaten Banyuasin di pertengahan Bulan Mei mendatang.
"Sedangkan untuk Prediksi puncak musim kemarau di Wilayah Sumsel akan terjadi Bulan Juli sampai dengan Agustus 2026,"terangnya.
Kemudian berdasarkan prediksi BMKG, nantinya musim kemarau akan berlangsung normal."Iya kemarau normal (tidak kemarau basah),"katanya.
Nantinya pihaknya akan terus menghimbau kepada masyarakat agar untuk menjaga lingkungan, tentunya jangan sampai ada kebakaran lahan, hutan dan lainnya."Jangan bakar lahan untuk membuka lahan,"pungkasnya.
BACA JUGA:Banyuasin Didominasi Awan, Hujan Ringan Mengintai Siang Hari Jumat 27 Maret 2026
BACA JUGA:Ekonomi Kabupaten Banyuasin Bertumbuh Hingga 5.40 Persen
Untuk daerah beberapa kecamatan yang rawan karhutla yaitu Pulau Rimau, Tungkak Ilir, Tanjung Lago, Rambutan, Rantau Bayur dan Sembawa sebagian Talang Kelapa, Banyuasin I dan Muara Sugihan.
Diketahui, kejadian kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 di Kabupaten Banyuasin menjadi sejarah kelam Banyuasin, marena terbakar sekitar 141.124 hektare dan dampaknya hingga nasional bahkan internasional.(qda)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




