Banner Pemprov
Pemkot Baru

Perubahan Pola Operasi Gas Prabumulih, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Perubahan Pola Operasi Gas Prabumulih, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

PEP Prabumulih Field melaksanakan penyaluran perdana gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala melalui Stasiun Pengumpul Gas (SKG-X) Prabumulih Barat menuju LPG Plant Limau Timur. --

PRABUMULIH, SUMEKS.CO - PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, menuntaskan Project Perubahan Pola Operasi Penyaluran Gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala melalui Stasiun Pengumpul Gas (SKG-X) Prabumulih Barat menuju LPG Plant Limau Timur.

Sebagai tindak lanjut proyek tersebut, PEP Prabumulih Field melaksanakan penyaluran perdana gas dari ketiga struktur tersebut ke LPG Plant Limau Timur. Proyek ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi Roadmap Swasembada Energi, khususnya di bidang Migas dan LPG.

Dengan adanya penyaluran ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku LPG domestik, yang secara langsung berdampak pada ketersediaan energi bagi masyarakat.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menghadiri acara peresmian penyaluran tersebut. Djoko mengapresiasi langkah PEP karena memiliki makna strategis, bukan hanya bagi operasi dan kinerja perusahaan, tetapi juga bagi kepentingan nasional.

BACA JUGA:Dukung Ketahanan Energi, PHR Zona 4 Bangun Sinergi dengan Media

BACA JUGA:PHR Bersinergi dengan Pemprov dan Polda Sumsel Dukung Ketahanan Energi Nasional

General Manager Zona 4, Djudjuwanto menegaskan, bahwa penyaluran perdana gas ini merupakan bukti nyata peran Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional.

"Penyaluran perdana gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala ke LPG Plant Limau Timur adalah wujud nyata komitmen Pertamina dalam memastikan energi dalam negeri tersedia dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan LPG domestik," ujar Djudjuwanto.

Ia menambahkan, perubahan pola operasi penyaluran gas dilakukan untuk menjaga keandalan produksi dan memastikan sistem penyaluran berjalan stabil dan aman. 

Struktur Gunung Kemala menjadi kontributor utama produksi gas, dengan dukungan Struktur Tundan dan Prabumulih Barat yang menjaga keseimbangan sistem penyaluran secara terintegrasi.

BACA JUGA:PHR Regional 1 Gelar Diskusi Panel Hakordia 2025: Satukan Aksi, Basmi Korupsi

BACA JUGA:SEJARAH! Hasilkan 30 Ribu Barel Minyak Per Hari, PHR Zona 4 Catatkan Rekor Produksi Tertinggi Sejak 2021

Optimalisasi penyaluran gas ini memungkinkan Pertamina mempertahankan kinerja produksi di tengah tantangan lapangan migas yang matang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan energi impor. 

Inovasi Pertamina ini berhasil meningkatkan produksi LPG dari 55 metrik ton per hari (MTD) menjadi 85 MTD dan kondensat dari 200 BOPD menjadi 350 BOPD tanpa melakukan pengeboran sumur baru. Produksi LPG masih dapat ditingkatkan menjadi 100 MTD.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait