Heboh! Toko Perak di OKI Didatangi Warga Jual Warisan Lama
Pemilik toko memperlihatkan barang perak zaman dulu yang diterimanya. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--
Adapun perhiasan emas model lama tetap diminati karena detail ukirannya yang kini sudah jarang ditemukan.
“Kalau perak atau emas dalam kondisi rusak akan kami lebur. Untuk kuningan biasanya dijual kembali,” bebernya.
Sejumlah warga yang menjual barang-barang lama ini terus ramai di bulan Ramadan ini. Bahkan, warga dari luar daerah seperti Indralaya dan Palembang turut berdatangan untuk mengecek barang lama mereka.
BACA JUGA:Puluhan Personel Polres OKI Amankan Sidang Putusan Kasus Pembunuhan di Pedamaran
BACA JUGA:Sidang Putusan Pembunuhan di Pedamaran OKI Tunda, Ibu Korban Kecewa
“Sejak bulan lalu, setiap hari ada ratusan orang yang minta dicek. Puncaknya biasanya menjelang puasa dan Lebaran,” tambahnya.
Salah satu warga Desa Pedamaran 1, Novi mengaku sengaja membawa perhiasan warisan neneknya yang ditemukan saat membersihkan rumah.
“Waktu beres-beres lemari ketemu anting, kalung, dan gelang. Nenek dulu tukang rias pengantin, jadi banyak perhiasan yang disimpan,” ujarnya.
Dari sejumlah perhiasan yang dibawa, hanya satu gelang perak yang laku terjual seharga Rp240.000. “Alhamdulillah, bisa untuk beli makanan berbuka,” ucapnya.
BACA JUGA:Warga Pedamaran OKI Terjaring Polisi Bawa Sajam, Ini Alasannya
BACA JUGA:Kasus Remaja Putri Hilang di Pedamaran OKI, Polisi Berhasil Ungkap
Hal senada disampaikan Helen yang menjual barang kuningan peninggalan ayahnya. “Tadi laku cetakan makanan dari kuningan Rp45.000. Lumayan untuk tambahan beli kebutuhan,” kata dia.
Fenomena ini pun viral di kalangan warga sekitar. Banyak masyarakat kini sengaja membongkar lemari dan gudang lama dengan harapan menemukan logam berharga yang dapat diuangkan untuk memenuhi kebutuhan menjelang lebaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

















