Lampaui Thailand, Indonesia Rajai Produk Indikasi Geografis di Asia Tenggara
Capaian Tertinggi ASEAN, Indonesia Catat 246 Produk Indikasi Geografis Terdaftar Tahun 2025--
Salip Thailand, Indonesia Rajai Capaian Indikasi Geografis di ASEAN
JAKARTA, SUMEKS.CO- Indonesia mencatat sejarah baru dalam pelindungan produk khas daerah setelah berhasil menduduki peringkat pertama se-ASEAN untuk jumlah Indikasi Geografis (IG) terdaftar, melampaui Thailand yang sebelumnya menjadi pemimpin.
Berdasarkan data ASEAN IP Register per 27 November 2025, sebanyak 246 produk IG dari dalam negeri dan 15 produk luar negeri kini telah resmi terdaftar dan mendapatkan pelindungan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum.
Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 167 produk dari dalam negeri, menunjukkan kemajuan pesat dalam pelindungan kekayaan intelektual berbasis komunitas.
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menyampaikan apresiasi atas capaian ini dan menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga serta memperkuat identitas dan potensi ekonomi lokal melalui pelindungan Indikasi Geografis.
“Indikasi geografis saat ini telah menjadi instrumen penting dalam mengangkat potensi lokal ke level internasional. Ini bukti bahwa produk-produk asli daerah memiliki nilai ekonomi yang kuat ketika dilindungi dan dikelola dengan baik. Capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual berbasis komunitas,” ujar Supratman, di Jakarta, Jumat 28 November 2025.
Menurut Supratman, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi strategis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang terus berkolaborasi memperkuat pelindungan dan promosi produk IG di berbagai wilayah Indonesia.
Provinsi Penyumbang IG Terbanyak
Berdasarkan data DJKI, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah IG terdaftar terbanyak, yakni 24 produk, disusul oleh Nusa Tenggara Timur (21 produk) dan Jawa Timur (18 produk). Ketiga provinsi ini dinilai konsisten dalam menjaga standar kualitas, tradisi, dan karakter khas produk lokal sehingga berhasil menjadi pusat pertumbuhan Indikasi Geografis nasional.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Dorong Penguatan JDIH dan Regulasi Desa di Bimtek Beltim 2025
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel Tuntaskan Proses Legalisasi Dokumen Pendidikan ke Taiwan
Jenis Produk dengan IG Terbanyak
Jika ditinjau berdasarkan kategori, produk pertanian dan perkebunan mendominasi dengan 164 produk IG, dan Kopi Arabika Kintamani Bali tercatat sebagai produk pertama yang terdaftar dari kategori tersebut.
Kategori lainnya meliputi:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


