Banner Pemprov
Pemkot Baru

Lampaui Thailand, Indonesia Rajai Produk Indikasi Geografis di Asia Tenggara

Lampaui Thailand, Indonesia Rajai Produk Indikasi Geografis di Asia Tenggara

Capaian Tertinggi ASEAN, Indonesia Catat 246 Produk Indikasi Geografis Terdaftar Tahun 2025--

Kerajinan tangan: 57 produk

Kelautan dan perikanan: 17 produk

Kehutanan dan peternakan: masing-masing 4 produk

Strategi Penguatan Potensi Daerah

Supratman menekankan bahwa Indonesia sebagai negara megabiodiversitas terbesar kedua di dunia, masih memiliki banyak potensi produk khas daerah yang dapat dilindungi melalui mekanisme Indikasi Geografis.

“Pelindungan IG dapat menjadi strategi dalam meningkatkan daya saing produk lokal sebagai sumber ekonomi daerah. Potensi besar ini harus terus kita eksplorasi dan optimalkan,” ujarnya.

Komitmen DJKI Tingkatkan Kualitas Pelindungan

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, menegaskan kesiapan DJKI untuk terus memperluas layanan dan pendampingan proses pendaftaran IG, terutama bagi wilayah yang belum tereksplorasi.

“Saya berharap Indonesia tidak hanya memimpin dari sisi jumlah seperti saat ini, tetapi juga menjadi yang terbaik dalam tata kelola, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan ekonomi dari Indikasi Geografis. Ini bagian dari upaya kita menjadikan kekayaan intelektual sebagai penggerak ekonomi nasional,” tutur Hermansyah.

Dengan capaian ini, Indonesia tidak hanya menjadi pemimpin di kawasan ASEAN dalam jumlah Indikasi Geografis, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai negara yang kaya akan potensi lokal, budaya, dan kekayaan intelektual yang bernilai ekonomi tinggi di kancah global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: