Mahasiswa Unsri ‘War Bus’ Tiap Hari Plus Tambahan Beban Jalan Kaki, Sejak 1993 Minim Solusi

Mahasiswa Unsri ‘War Bus’ Tiap Hari Plus Tambahan Beban Jalan Kaki, Sejak 1993 Minim Solusi

Mahasiswa Unsri ‘war bus’ tiap hari plus tambahan beban jalan kaki, sejak 1993 minim solusi.--

INDRALAYA, SUMEKS.CO - Mahasiswa Unsriwar bus’ setiap hari plus saat ini ada tambahan beban jalan kaki.

Kondisi yang bikin miris, sejak 1993 minim solusi soal transportasi mahasiswa PP Palembang-Indralaya.

Mahasiswa mengaku capek harus ‘was bus’ tiap hari. Mahasiswa rebutan bus masih terjadi hingga saat ini, bahkan mereka punya kewajiban baru, yaitu jalan kaki.

Bus kaleng yang banyak berjasa itu kini sudah tidak boleh lagi masuk ke dalam kampus Indralaya.

BACA JUGA:Resmikan 2 Laboratorium Canggih Fakultas Teknik Unsri, Gubernur Sumsel Harap Dorong SDM Berdaya Saing Global

BACA JUGA:RICUH, Mahasiswa Unsri Diminta Turun Ikut Rasakan ‘Sengsara’ Jalan Kaki Masuk Kampus Indralaya

Para sopir bus kaleng harus stop di depan gerbang Unsri Indralaya dan mahasiswa harus melanjutkan perjuangannya ke kampus dengan jalan kaki.

Padahal hanya bus kaleng ini saja yang bisa menjangkau lokasi terdekat mahasiswa pulang dan pergi.

Bahkan, sampai menjelang malam hanya bus kaleng yang peduli agar mahasiswa bisa pulang ke Palembang tiap hari.

“Kami capek war Damri,” cetus mahasiswa di aku @syukatahu.

BACA JUGA:Sopir Bus Kaleng Unsri Demo, Meski Mobil Mirip Warisan Perang Tapi Dapat Review Baik Mahasiswa

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Ikut Wisuda Unsri ke-179 Bersama Ribuan Lulusan Lainnya, Rektor Sampaikan Apresiasi

Sebelumnya juga ricuh mahasiswa Unsri yang meminta teman-temannya untuk turun bus supaya ikut merasakan ‘sengsara’ jalan kaki masuk kampus indralaya.


Mahasiswa Unsri ‘war bus’ tiap hari plus tambahan beban jalan kaki, sejak 1993 minim solusi.--

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait