Punya Makna ‘Extremely Hot’, Simak Sejarah Penamaan Bulan Ramadhan dan Awal Mula Perintah Puasa

Punya Makna ‘Extremely Hot’, Simak Sejarah Penamaan Bulan Ramadhan dan Awal Mula Perintah Puasa

Ilustrasi sejarah penamaan bulan Ramadhan dan awal mula perintah puasa wajib bagi umat Islam.--net

BACA JUGA:Bye-Bye Pemborosan! Tips Meminimalisir Sikap Konsumtif Saat Ramadhan, Puasa Lancar Keuangan Aman

Adanya urutan bulan hijriyah muncul setelah kebijakan Umar bin Khattab mengeluarkan perintah pembuatan kalender islam.

Bulan Muharram kala itu ditetapkan sebagai bulan pertama kalender islam sebagaimana yang tertera dalam kalender hijriyah.

Setelah mengetahui sejarah penamaan bulan Ramadhan yang memiliki makna “extremely hot” atau panas yang menyengat, umat islam perlu tahu awal mula pelaksanaan puasa wajib.

Perintah wajib dalam melaksanakan puasa Ramadhan bagi umat islam ini terjadi pada tahun kedua Hijriyah.

BACA JUGA:Capek-Capek Puasa Tapi Gak Dapat Pahala Full? Ternyata 7 Perbuatan Ini Penyebab Orang Rugi Ketika Ramadhan

BACA JUGA:Jelang Bulan Ramadhan, Berikut Tips Bugar dan Anti Loyo Saat Berpuasa

Ketika itu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam baru saja menerima perintah untuk mengubah arah kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram.

Dalam sejarah islam, puasa Ramadhan sudah jauh dilakukan sebellumnya oleh Nabi Nuh as setelah turunnya badai dan banjir bandang menerjang negerinya.

Puasa yang dilakukan Nabi Nuh as ini merupakan tanda syukur kepada Allah SWT karena telah menyelamatkannya dari banjir besar.

Sedangkan pada masa Nabi Muhammad SAW, beliau merasa penasaran terhadap puasa yang dilakukan oleh orang Yahudi pada tanggal 10 Muharram.

BACA JUGA:Moms, Ini 7 Cara yang Efektif untuk Melatih Anak Berpuasa di Bulan Ramadhan

BACA JUGA:Anti Boros Saat Ramadhan, Begini 6 Tips Mengatur Keuangan Anak Kost Ketika Bulan Puasa

Ketika bertanya alasan umat Yahudi berpuasa pada 10 Muharram, orang Yahudi mengatakan bahwa puasa tersebut sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Orang Yahudi berpuasa karena merasa berterima kasih kepada Allah SWT yang telah menyelamatkan Nabi Musa as dan kaumnya dari serangan Fir’aun yang dzalim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: