Peristiwa Besar di Bulan Sya’ban, Peralihan Kiblat Umat Muslim dari Baitul Maqdis ke Masjid Haram

Peristiwa Besar di Bulan Sya’ban, Peralihan Kiblat Umat Muslim dari Baitul Maqdis ke Masjid Haram

Pada mulanya kiblat umat Islam mengarah ke arah Baitul Maqdis.--net

Peristiwa Besar di Bulan Sya’ban, Peralihan Kiblat Umat Muslim dari Baitul Maqdis ke Masjid Haram

SUMEKS.CO - Peristiwa Besar di bulan sya’ban yaitu Peralihan Kiblat Umat Muslim dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram.

Bulan sya’ban sebagai salah satu bulan mulia menyimpan Peristiwa Besar yang tercatat dalam sejarah Umat Muslim.

Peristiwa berpindahnya kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram menyimpan banyak hikmah.

BACA JUGA:Begini Kisah Tentang Buraq, Kendaraan Setia Menemani Nabi Muhammad SAW Saat Isra Mi'raj

Kiblat sendiri merupakan patokan arah shalat umat muslim, pada mulanya kiblat umat islam mengarah ke arah Baitul Maqdis.

Ulama yang menyampaikan bahwa peraliha kiblat ini pada bulan sya’ban juga meyakini bahwa peristiwa peralihan terjadi pada tanggal 15.

Peralihan kiblat yang diperkirakan terjadi pada 15 Sya’ban yang diperingati sebagai malam Nisfu Sya’ban.

Sejak Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, kiblat shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis (Palestina) sampai kurang lebih 16 bulan lamanya.

BACA JUGA:Tahukah Kamu Apa Itu Isra Mi'raj, Ini Penjelasan, Sejarah Singkat serta Buraq Kendaraan Nabi Muhammad SAW

Sebelum akhirnya Rasulullah SAW mendapat perintah supaya menghadap ke arah Baitul Haram (Ka'bah, Makkah).

Pada saat itu, kondisi kota Mekah sedang berada dalam zaman jahiliyah, dimana para penduduknya menganut kepercayaan paganisme (menyembah berhala).

Bahkan pada saat itu, Ka’bah dijadikan pusat peribadatan dengan diisi banyak berhala, di antaranya berhala paling besar ada yang diberi nama Hubal.

Sebaliknya, kota Yatsrib (Madinah), berpenghuni penduduk yang sudah mengenal agama sehingga bersegera menyambut agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA:Sebulan Lagi! Ini Keutamaan Bulan Ramadhan, Bulan Mulia Bertabur Diskon Pahala dan Keberkahan

Madinah juga berisi agama lain seperti Kabilah Bani Najran yang beragama Nasrani dan Kabilah Bani Quraidzah yang beragama Yahudi.

Nabi Muhammad SAW baru saja hijrah ke Madinah dan menunaikan shalat menghadap ke Baitul Maqdis.

Meski sebelumnya saat di Mekah, Rasulullah dan para sahabat menunaikan shalat menghadap kiblat ke arah Ka’bah yang berada di Masjidil Haram.

Alasan Rasulullah shalat menghadap Baitul Maqdis saat di Madinah adalah menghargai kaum Nasrani dan Yahudi yang juga menghadap ke Baitul Maqdis (Palestina).

BACA JUGA:Kerjakan 8 Amalan Sunah Ini Saat Malam Isra Mi'raj, Bisa Gugurkan Dosa dan Jadi Penyebab Terkabulnya Hajat

Namun ternyata kaum Yahudi memanfaatkan niat mulia Rasulullah SAW dengan melakukan beragam tipu daya.

Kaum Yahudi berusaha meyakinkan Rasulullah SAW agar terus beribadah menghadap Baitul Maqdis dan hanya terfokus kepada Baitul Maqdis sehingga dapat melupakan Baitul Haram.

Rasulullah SAW selalu dibujuk oleh segolongan Yahudi agar hanya menyukai Baitul Maqdis sebagai satu-satunya tanah suci yang disediakan oleh Allah SWT.

Mereka (Yahudi) berkata: “Maka jika engkau itu benar-benar Rasul Tuhan, wahai Muhammad, hendaklah engkau berdiam di tanah suci itu (Baitul Maqdis) menurut jejak para Rasul Tuhan yang terdahulu daripada engkau.”

BACA JUGA:Jangan Asal Ngomong! Berikut 6 Adab Menasihati Dalam Syariat Islam Biar Nggak Bikin Tersinggung

Namun Rasulullah SAW tidak terperdaya oleh bujuk rayu Yahudi dan Rasulullah SAW selalu merasakan kerinduan menunaikan shalat menghadap Ka’bah (Masjidil Haram).

Beliau kemudian berharap petunjuk dari Allah SWT dengan berdo’a mengharapkan turunnya wahyu terkait hal tersebut.

Kejadian ini pun tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 143 sampai 145 :

“Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.”

BACA JUGA:Amalan Ringan Agar Dipermudah Masuk Surga, Cukup Kerjakan 7 Perkara Ini Saja

Ayat 143 tersebut sebagai bentuk ketegasan bahwa hanya Allah SWT-lah yang memberikan petunjuk dan memiliki segala arah.

Oleh sebab itu, tipu daya Yahudi yang sangat sombong dan licik menunjukkan seolah-olah mereka paling mengetahui perihal ibadah.

Kemudian pada ayat 144 menerangkan jawaban atas kerinduan Rasulullah SAW kepada Masjidil Haram :

“Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

BACA JUGA:Ciri-ciri Iman Lemah dan Hawa Nafsu Sedang Dikuasai Setan, Waspasa Jangan Terjebak!

Sedangkan pada ayat 145, diterangkan identitas Islam sebagai agama yang tidak meniru-niru agama lainnya.

Islam ialah agama yang secara lugas menjelaskan perbedaan keyakinan (iman) antar umat manusia.

Adapun perbedaan itu, Islam sangat mengedepankan toleransi, yaitu tidak memaksakan umat agama lain untuk beribadah sesuai aturan Islam.

“Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu (pengetahuan tentang Islam) kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang lalim.”

BACA JUGA:Mau Kecanduan Shalat Malam? Simak Tips, Keistimewaan dan Doa Seputar Tahajjud untuk Wujudkan Resolusi 2024

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada Rasulullah SAW tentang golongan yang akan setia.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: