Tak Hanya Beli Gereja di Spanyol, Muhammadiyah Pernah Gelontorkan Dana Rp1 Triliun di Indonesia Untuk Ini

Tak Hanya Beli Gereja di Spanyol, Muhammadiyah Pernah Gelontorkan Dana Rp1 Triliun di Indonesia Untuk Ini

Ilustrasi--

SUMEKS.CO - Terkuak, Organisasi Islam Muhammadiyah tak hanya berupaya mengembalikan kebangkitan Islam, namun juga turut membantu pemerintah Indonesia untuk menyalurkan dana sebesar Rp1 Triliun lebih kepada masyarakat yang terdampak Covid 19 beberapa tahun lalu.

Baru-baru ini Muhammadiyah menjadi sorotan publik usai membeli Gereja Katedral Katolik Roma di Alcala de Henares, Madrid, Spanyol.

Tak hanya membelinya, Pengurus Pusat Muhammadiyah juga mengalihfungsikan Gereja Katedral Katolik Roma di Alcala de Henares, sebagai masjid seperti di zaman Kekhalifahan Abbasiyah dahulu.

Saat ditelisik lebih jauh, ternyata kontribusi Muhammadiyah tak hanya membangkitkan inspirasi dan semangat kaum muslimin agar berani berbuat nyata mengembalikan peradaban Islam.

BACA JUGA:FAKTA BARU! Gereja yang Dibeli Muhammadiyah Hanya 15 Menit dari Pusat Kota Madrid, Kok Jemaahnya Sepi?

Dikutip dari berbagai sumber, tercatat bahwa Muhammadiyah pernah menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 Triliun untuk masyarakat selama pandemi virus corona Covid-19.

Hal itu pernah disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti berdasarkan laporan dana Muhammadiyah selama 1 tahun lebih pandemi.


Muhammadiyah tak hanya berupaya mengembalikan kebangkitan Islam, namun juga turut membantu pemerintah Indonesia untuk menyalurkan dana sebesar Rp1 Triliun.--

"Berdasarkan laporan, sudah lebih dari Rp1 triliun dana yang didistribusikan Muhammadiyah untuk membantu masyarakat selama pandemi Covid-19," ungkapnya.

Lebih dari itu, Abdul menjelaskan, saat pandemi covid 19 lalu, Muhammadiyah telah menggerakkan semua sumber daya yang dimiliki diantaranya, dari bidang sosial, ekonomi, kesehatan, dan keagamaan.

BACA JUGA:TERUNGKAP! Gereja di Spanyol Dijual ke Muhammadiyah, Ternyata Ini Alasannya

Bahkan, lebih dari 83 Rumah Sakit milik Muhammadiyah diperbantukan untuk menangani pasien covid 19 termasuk klinik yang berada di bawah naungannya.

Selain itu kata Abdul, pihaknya juga melibatkan lebih dari 75 ribu relawan baik dari tenaga kesehatan maupun relawan kemanusiaan.

"Terutama yang berkaitan dengan layanan-layanan sosial dan layanan keagamaan," beber Abdul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: