TERBARU! Selamat Bertugas Guru-guru Baru Al Zaytun, Kang Emil Pastikan Jabar Kondusif

TERBARU! Selamat Bertugas Guru-guru Baru Al Zaytun, Kang Emil Pastikan Jabar Kondusif

Ridwal Kamil atau Kang Emil memastikan Ponpes Al Zaytun tetap ada Meski kurikulum dan guru-guru akan diganti baru.--

TERBARU! Selamat Bertugas Guru-guru Baru Al Zaytun, Kang Emil Pastikan Jabar Kondusif

SUMEKS.CO - Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil atau Kang Emil, memastikan Ponpes Al Zaytun tetap ada. Meski kurikulum dan guru-guru akan diganti baru. 

Pernyataan Kang Emil atas keberlangsungan Ponpes Al Zaytun, pasca pimpinan Al Zaytun ditetapkan tersangka dan dijebloskan ke Rutan Bareskrim Polri. 

"Fisik Bangunan tetap ada, siswa-siswa tetap belajar, tapi dengan kurikulum, guru-guru mungkin baru, atau lama tapi sudah dibina yang tupoksi itu ada di Kementerian Agama," kata Kang Emil

BACA JUGA:Tembok Al Zaytun Porak Poranda, Digeledah Ratusan Polisi, Panji Gumilang Pakai Rompi Orange

Kang Emil mengatakan, tugasnya memastikan kondusifitas Jawa Barat. Melaporkan kepada masyarakat informasi terbaru. 

"Insyaallah sudah lebih baik, lebih tenang. Kita selesaikan permasalahan yang berlarut-larut cukup panjang ini, ditahun ini," kata Kang Emil, diunggah akun TikTok @Gunawan.


Santri Ponpes Al Zaytun Indramayu.--

Pemerintah memastikan akan tetap membuka Ponpes Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat. Namun, segala aktivitas ponpes tesebut akan diawasi dengan ketat. 

Hal ini ditegaskan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Hak santri untuk belajar tidak akan dihilangkan. 

BACA JUGA:Pastikan Ponpes Al Zaytun Tetap Buka, Pemerintah: Guru dan Santri Dalam Pengawasan Ketat

"Bisa saja itu (pendidikan) tetap berjalan, namun mengikuti pendidikan di bawah pengawasan yang ketat oleh pemerintah," tegas Yaqut, di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat 4 Agustus 2023.

Termasuk pengajaran pun akan diawasi secara ketat. Bagaimana cara mengajar, hingga ideologi yang berkembang di lingkungan Al Zaytun. 

"Tidak ada hidden kurikulum dalam Al Zaytun yang mengganggu kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama. Saya kira itu," tegas Yaqut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: