Diduga Disabotase, Pipa Pertamina di Prabumulih Bocor, Sebabkan Insiden Lingkungan

Diduga Disabotase, Pipa Pertamina di Prabumulih Bocor, Sebabkan Insiden Lingkungan

Tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) PEP Limau Field dengan menutup sumber rembesan dan melakukan pembersihan. Foto: Dian/sumeks.co --

Diduga Disabotase, Pipa Pertamina di Prabumulih Bocor, Sebabkan Insiden Lingkungan

PRABUMULIH, SUMEKS.CO - Lagi, kebocoran pipa kembali terjadi. Kali ini, pipa bocor milik Pertamina di Prabumulih diduga disabotase oleh orang tak bertanggung jawab. 

Atas peristiwa tersebut, Pertamina EP (PEP) Limau Field cepat tanggap dalam menangani sabotase yang mengakibatkan insiden lingkungan di jalur SP 7, Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, akhir pekan tadi.

Insiden tersebut dilaporkan oleh warga setempat dan langsung ditindaklanjuti oleh tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) PEP Limau Field dengan menutup sumber rembesan dan melakukan pembersihan.

Head of Communication Relations & CID Zona 4, Tuti Dwi Patmayanti, menyebutkan bahwa PEP Limau Field sudah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab insiden lingkungan yang terjadi. 

BACA JUGA:Diduga Disabotase, Line Pipa Pertamina Pendopo PALI Terbakar

BACA JUGA:Belum Sempat Nikmati Hasil Curian, Maling Pipa Pertamina Ditangkap Polisi

"Hasil investigasi diketahui bahwa penyebab kebocoran adalah karena sabotase oleh oknum yang tidak dikenal. Akibatnya, selain terjadi insiden lingkungan, kami juga mengalami kerugian 3 unit gate valve 2 inchi. Untuk itu, kami telah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah dan Polsek setempat," ungkap Tuti.

Lebih lanjut, Tuti mengucapkan terima kasih atas kerja sama masyarakat dan pemerintah setempat yang sudah memberikan informasi dan berkoordinasi dengan baik dan cepat dalam penanganan insiden ini. 

"Kami berharap semua lapisan masyarakat dapat turut serta menjaga Objek Vital Nasional (Obvitnas) untuk memastikan kelancaran operasi perusahaan, sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia," tukasnya. (chy)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: