Panji Gumilang Dituding Hina Ka'bah, Ustaz Abdul Somad Berikan Pemahaman

Panji Gumilang Dituding Hina Ka'bah, Ustaz Abdul Somad Berikan Pemahaman

Panji Gumilang, diduga telah melakukan penghinaan terhadap ka'bah.--

Panji Gumilang Dituding Hina Ka'bah, Ustadz Abdul Somad Berikan Pemahaman

SUMEKS.CO - Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu, Panji Gumilang, diduga telah melakukan penghinaan terhadap ka'bah. 

Hal itu didapat setelah pernyataannya yang menyebut bahwa tanah suci itu bukan berada di Mekkah dan Madinah, melainkan di Indonesia.

Dikutip dari tayangan video yang diunggah akun TikTok @pim_plan pada 8 Juni 2023 lalu,  Panji Gumilang menyinggung soal tanah suci.

BACA JUGA:Misi Tersembunyi Panji Gumilang Kuliahkan 18 Guru dan Eksponen Ponpes Al Zaytun ke UGJ, Jangan-jangan...

"Masih banyak orang yang ingin mati di tanah suci, membayar ratusan juta, meninggalkan tanah suci yang sudah diikrarkan bangsanya sendiri," ujarnya.

Pernyataan  Panji Gumilang terkait tanah suci bukan di Mekkah dan Madinah melainkan di Indonesia ini, langsung mendapat komentar Ustadz Abdul Somad.

Menurut Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS, bagi orang-orang yang tidak paham agama, hendaknya tidak bicara tentang agama.

"Orang Islam tidak menyembah ka'bah, tapi ka'bah sebagai pusat satu titik. Kiblatnya satu, tuhannya satu, bahasa yang dipakai satu yaitu Bahasa Arab," jelasnya.

BACA JUGA:Apalagi Ini! Panji Gumilang Mencak-mencak, Bilang MUI Bukan Tuhan, Bukan Nabi, Bukan Rasul

Sebelumnya, Syaikh Panji Gumilang, juga menyebut bahwa tanah suci yang sebenarnya bukanlah Mekkah dan Madinah melainkan Indonesia.

"Banyak orang Indonesia hari ini yang salah memahami mengenai tanah suci. Indonesia ini tanah suci, hidup dan matimu harus di tanah suci Indonesia," katanya dikutip dari akun Snack Video @a'am BNF.

Banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak memahami bahwa Indonesia merupakan tanah suci, menurut Syaikh Panji Gumilang, hal tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia tidak pernah membaca lagu kebangsaannya sendiri.

"Banyak yang salah memahami tanah suci, karena tidak membaca lagu kebangsaannya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: