Beneran atau Modus Penipuan? TKW Hongkong Dipajaki Petugas Bea Cukai

Beneran atau Modus Penipuan? TKW Hongkong Dipajaki Petugas Bea Cukai

Ilustrasi petugas Bea Cukai. --dok : sumeks.co

Beneran atau Modus Penipuan? TKW Hongkong Dipajaki Petugas Bea Cukai

SUMEKS.CO - Modus penipuan akhir-akhir ini semakin beragam. Seorang diduga korban Tenaga Kerja Wanita (TKW) Hongkong, Mbak Yuni. 

Kantor Bea Cukai Republik Indonesia, baru-baru ini menuliskan di akun Twitter-nya mengimbau masyarakat supaya lebih waspada terhadap modus penipuan.

Peringatan dini itu karena marak terjadi penipuan yang mengatasnamakan petugas Bea Cukai.

Dimana, baru-baru ini beredar video yang berisi percakapan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong, bernama Mbak Yuni dengan seorang diduga oknum petugas Bea Cukai.

BACA JUGA:Viral TKW Hongkong Beli Gamis Rp 200 Ribu, Dipajaki Petugas Bea Cukai Rp 9 Juta

Video yang diunggah di Twitter itu berisi pengalaman tak mengenakkan yang dialami Mbak Yuni, TKW di Hongkong.

Mbak Yuni, TKW di Hongkong ini mengatakan, bahwa dirinya ditelepon oleh seseorang yang mengaku petugas dari Kantor Bea Cukai.

Oleh petugas Bea Cukai tersebut Mbak Yuni, si TKW di Hongkong itu diminta membayar pajak sebesar Rp9 juta atas baju gamis yang dibelinya.

"Sampeyan orang pajak bukan?," tanya Mbak Yuni, si TKW di Hongkong itu kepada seseorang yang mengaku petugas Bea Cukai tadi.

BACA JUGA:Kepala Bea Cukai Makassar Miliki Harta Rp 13 M, Netizen Soroti Jam Tangan Mewah dan Cincin Andhi Pramono

"Saya Arif Kurniawan buk, petugas Bea Cukai," jawab pria tersebut yang terdengar diujung telepon.

Mendengar jawaban dari pria yang mengaku petugas Bea Cukai tersebut, Mbak Yuni si TKW di Hongkong itu pun langsung menyinggung nama petinggi pajak yang saat ini ditahan oleh Komisi Pemberantasn Korupsi RI karena kasus gratifikasi, Rafel Alun Trisambodo.

"Atau anak buahnya yang kemarin punya kasus sama anaknya GP Ansor? Itu atasan sampeyan," tanya Mbak Yuni, si TKW di Hongkong itu lagi.

Mendengar pertanyaan Mbak Yuni, si TKW di Hongkong, petugas Bea Cukai itu tampak kebingungan dan panik.

BACA JUGA:Tiba di Gedung KPK, Kepala Bea Cukai Makassar Irit Bicara

Mbak Yuni, si TKW di Hongkong itu juga mencecar pertanyaan kepada petugas Bea Cukai tersebut dan mengatakan bahwa terkait pajak belakangan banyak yang bohong.

"Paijo ojo nyerocos...mana ada beli gamis Rp200 ribu jadi Rp9 juta dendanya. Saya jadi bingung sekarang," ungkap Mbak Yuni si TKW di Hongkong itu.

"Kalau ibu nggak sanggup, nanti tunggu saja pemeriksaan," kata pria yang mengaku petugas Bea Cukai itu lagi balik mengancam.

Sementara dari akun Youtube Ragil Tuber, apakah video yang berisi percakapan Mbak Yuni si TKW di Hongkong dengan petugas Be Cukai itu belum diketahui secara pasti video asli memang petugas Bea Cukai atau hanya bentuk penipuan saja.

BACA JUGA:Kanwil Kemenkumham Sumsel dan Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Jalin Kerja Sama Majukan UMKM

Sejauh ini masyarakat tidak perlu terprovokasi, masyarakat diminta untuk mencari tahu kebenarannya.

Kantor Bea Cukai Sendiri, melalui akun twitternya mengimbau masyarakat waspada. Transaksi Bea Cukai tidak pernah menggunakan rekening pribadi melainkan E-Billing.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: