3 Temuan Baru Kasus Kematian di Kalideres, 2 Dugaan Penyebab Kematian Terpatahkan

3 Temuan Baru Kasus Kematian di Kalideres, 2 Dugaan Penyebab Kematian Terpatahkan

Puslabfor Mabes Polri memeriksa rumah tempat penemuan 4 mayat dalam satu keluarga di Perumahan Citra 1 Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (13/11/2022). Foto: ANTARA/Walda--

JAKARTA, SUMEKS.CO - Tiga kasus baru empat mayat yang ditemukan di Kalideres, 2 dugaan penyebab kematian terpatahkan. Pada Kamis 10 November 2022 malam, jenazah empat keluarga ditemukan di sebuah rumah yang terletak di blok AC5 nomor 7, Kompleks Perumahan Citra 1 Kalideres, Jakarta Barat. 

Identitas keempat korban, yakni pasangan pemilik rumah Rudyanto (71) dan Reni Margareta (68), Dian (anak, 42 ‚Äč‚Äčtahun) dan Budiyanto (ipar Rudianto, 69).

Dua minggu berlalu sejak jenazah ditemukan, dan hingga saat ini penyebab kematian empat orang satu keluarga yang tinggal di kompleks perumahan Citra 1 Kalideres belum terungkap. 

Berikut beberapa temuan terbaru dari proses penelitian yang dilakukan Polda Metro Jaya: 

1. Satu keluarga jarang berinteraksi dengan pihak luar

BACA JUGA:Ditreskrimsus Polda Sumsel Paparan di FGD Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Direktur Reserse Kriminal  Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan hasil  forensik digital mengungkap salah satu keluarga korban meninggal di Kalideres  jarang berinteraksi dengan pihak luar.

"Hasil digital forensik ditemukan petunjuk sangat jarang berkomunikasi dengan pihak luar," kata Kombes Hengki di Jakarta, Kamis 24 November 2022.

2. Percakapan emosional satu arah 

Kombes Hengki mengatakan bahwa hanya ada dua ponsel di rumah yang dihuni  empat orang tersebut. Dua ponsel ditemukan diduga melakukan percakapan satu arah dari satu ponsel ke ponsel lainnya.

Percakapan satu arah  menggunakan bahasa Inggris yang bersifat emosional. 

BACA JUGA:Hari Ke-5 PD Qatar, Swiss Menang Tipis, Uruguay Korsel Imbang, Portugal Ghana Sengit 5 Gol, Brasil Serbia 2-0

“Seperti yang kami katakan kemarin, kata-kata ini  sangat terlihat bahwa mereka berpendidikan dari Bahasa Inggris sifatnya emosi," ujar Kombes Hengki.

Hengki mengungkapkan, isi percakapan tersebut saat ini sedang didalami oleh tim psikologi forensik. Tim  mencoba memahami keadaan psikologis anggota keluarga  sebelum kematiannya untuk mengungkap motif dan alasan kematian salah satu keluarga.

Sumber: