Pemkab OKI dan YKAN Lokakarya Aksi Pengelolaan Mangrove

Pemkab OKI dan YKAN Lokakarya Aksi Pengelolaan Mangrove

Lokakarya mendukung Pemerintah Kabupaten OKI dalam pengelolaan mangrove dan pesisir terpadu di Ruang Rapat Bende Seguguk 1 Pemkab OKI, Selesa 27 September 2022. -Niskiah-

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melalui Program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) melaksanakan lokakarya rencana aksi konservasi Pengelolaan Mangrove di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 

Lokakarya mendukung Pemerintah Kabupaten OKI dalam pengelolaan mangrove dan pesisir terpadu di Kabupaten OKI berlangsung di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) 1 Pemkab OKI, Selesa 27 September 2022. 

Wakil Bupati Kabupaten OKI H M Dja'far Shodiq, mengatakan, Kabupaten OKI merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki area mangrove yang cukup luas, yaitu sekitar 40.020 hektare (Data kajian lapangan YKAN, 2022).

“Pesisir Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki ekosistem mangrove yang menyimpan jasa lingkungan yang begitu besar bagi masyarakat pesisir. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir berkomitmen terhadap upaya-upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove," ungkapnya. 

BACA JUGA:Rumah Warga Desa Karang Agung OKI Nyaris Ambruk, Kades Bantah Tudingan Tak Pernah Beri Bantuan

Dijelaskan wakil bupati, salah satu strategi yang diupayakan adalah penguatan kebijakan yang selaras dengan target Pemerintah Republik Indonesia untuk menguatkan pemanfaatan kawasan mangrove oleh masyarakat melalui skema perhutanan sosial. 

Menurut Shodiq, bahwa kegiatan lokakarya ini sangat penting, mengingat masukan dan saran yang terkumpul dapat bermanfaat untuk mendukung perencanaan pengelolaan mangrove dan pesisir secara terpadu di pesisir Kabupaten Ogan Komering Ilir. 

“Potensi mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Ogan Komering Ilir harus dikelola dengan perspektif berkelanjutan. Tekanan yang tinggi terhadap kawasan pesisir perlu dikelola dan dikendalikan secara bijak sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat saat ini dan generasi seterusnya," jelasnya. 

BACA JUGA:Ribuan Ikan Milik Petani Ikan Kerambah di OKI Mati Mendadak

Sementara itu, Direktur Program MERA dari YKAN, Muhammad Imran Amin, menyampaikan, melalui mitra Temasek Foundation, APP Sinar Mas, dan UBS Foundation, melalui program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA), siap mendukung rencana penguatan kebijakan yang sedang diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Yakni terkait perlindungan dan pengelolaan kawasan mangrove di pesisir Ogan Komering Ilir.(*) 

Sumber: