Pemerintah Sampaikan Permohonan Maaf, Atas Kendala yang Terjadi pada Layanan LRT Sumsel

Pemerintah Sampaikan Permohonan Maaf, Atas Kendala yang Terjadi pada Layanan LRT Sumsel

LRT Sumsel sudah beroperasi normal dan melayani penumpang seperti biasa. -foto:ist-

 

SUMEKS, CO -  PALEMBANG - Pemerintah melalui Balai Pengelola Kereta Api Ringan  Sumatera Selatan (BPKARSS), Direktorat Jenderal PerKeretaapian  Kementerian Perhubungan menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kendala pada layanan LRT Sumatera Selatan (LRT Sumsel 

pada Senin (04/07). 

Kendala tersebut terjadi akibat terputusnya pasokan listrik pada pukul 18.31  WIB hingga pukul 21.30 WIB. 

“Mohon maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jasa angkutan LRT Sumsel atas ketidaknyamanan yang dirasakan pada saat itu,'' ujar Kepala BPKARSS Dedik Tri Istiantara, Selasa (05/07/2022) di Palembang.  

 Saat ini, layanan LRT Sumsel telah beroperasi secara normal Selasa (05/07). “Mulai hari ini LRT Sumsel kami pastikan dapat beroperasi kembali melayani masyarakat dari Stasiun Bandara SMB II hingga ke pemberhentian terakhir Stasiun DJKA sesuai jam operasional pukul 06.00 – 20.36 WIB,” tambah Dedik.  

 Sebagai informasi, layanan LRT Sumsel sangat mengandalkan pasokan listrik dari sistem yang dikelola oleh PT PLN untuk beroperasi. Sehingga, gangguan penghantar 150 KV Lahat – Bukit Asam yang dialami oleh  PT PLN dan menyebabkan terputusnya seluruh aliran listrik di beberapa Kota/Kabupaten  di Provinsi Sumatera Selatan Senin (04/07) malam, turut berdampak kepada operasional layanan LRT Sumsel.

 “BPKARSS sangat menyesali kejadian tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” ungkap Dedik.  

 Untuk memastikan keandalan layanan LRT Sumsel, BPKARSS telah menjalin kontrak Layanan Premium dengan  PT PLN menjamin ketersediaan pasokan listrik sejak awal beroperasi. 

Kendati demikian, Dedik menyebutkan terjadi gangguan terhadap pasokan listrik,LRT Sumsel sudah memiliki SOP untuk menjaga keselamatan saat evakuasi penumpang sebagai upaya memitigasi potensi bencana maupun gangguan operasional.  

 “Oleh sebab itu saat kendala operasional berlangsung, petugas kami dengan sigap langsung menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk keperluan evakuasi penumpang,” tutur Dedik.

Skema evakuasi yang dimaksud oleh Dedik adalah dengan membantu penumpang turun dari rangkaian kereta serta  diarahkan oleh petugas berjalanan kaki menggunakan jalur evakuasi menuju stasiun terdekat. 

Pada saat terjadi kendala operasional kemarin (4/7) terdapat 6 (enam) rangkaian kereta LRT Sumsel yang sedang beroperasi. Masing-masing rangkaian kereta LRT Sumsel tersebut berada tersebar di beberapa titik dengan 2 rangkaian kereta P80 dan P81 berada di petak jalan antara Stasiun Asrama Haji dan Stasiun Bandara, 2 rangkaian kereta P78 dan P83 berada di petak jalan Stasiun Demang (Berjarak + 150 Meter), dan 2 rangkaian kereta P76 dan P85 berada di Stasiun Polresta. 

“Saat ini BPKARSS terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengupayakan langkah-langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi kembali,” pungkas Dedik (adv/ren)

Sumber: