Wakapolda Sumsel Lepas 3.000 Benih Ikan dan Bantu Petani dengan Traktor
Dukung Swasembada Pangan, Wakapolda Sumsel Turun Langsung ke Lahan Pertanian--
LUBUK LINGGAU, sumeks.co- Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di Sumatera Selatan.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana meninjau langsung Kebun Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dikelola Polres Lubuk Linggau bersama masyarakat, Kamis (18 Juni 2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda tidak hanya melihat perkembangan lahan pertanian, tetapi juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani serta melepas ribuan benih ikan nila sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan.
Kunjungan itu turut dihadiri Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, unsur Forkopimda, dan sejumlah kelompok tani yang selama ini terlibat dalam pengelolaan lahan produktif.
Berdasarkan data yang dipaparkan di lokasi, kebun P2L berhasil menghasilkan panen jagung sebanyak 36,30 ton pada kuartal pertama 2026 dari luas lahan panen 11,5 hektare. Produktivitas tersebut berlanjut pada kuartal kedua dengan capaian sekitar 30 ton dari luas lahan 10,5 hektare.
BACA JUGA:Wakapolda Sumsel Terbang Pantau Karhutla, Empat Wilayah Rawan Jadi Sorotan
BACA JUGA:Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Santri dan Mahasiswa Khatamkan 30 Juz di Polda Sumsel
Capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian yang dikelola bersama masyarakat masih mampu menjaga produktivitas di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani.
Selain meninjau hasil panen, Wakapolda Sumsel juga melakukan pelepasan sekitar 3.000 benih ikan nila yang akan dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, kelompok tani menerima bantuan sarana pertanian berupa satu unit traktor roda empat, dua unit hand tractor, satu unit pompa air, serta 15 unit hand sprayer untuk mendukung aktivitas pertanian di lapangan.
Brigjen Pol Rony Samtana mengatakan sektor pangan memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan kelompok tani menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta mendorong kemandirian pangan.
"Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, kami terus mendukung berbagai program yang dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












