Banner Pemprov

Tekan Stunting, ini yang Dilakukan Pemkot Pagaralam

Tekan Stunting, ini yang Dilakukan Pemkot Pagaralam

Hj Bertha (empat dari kiri) bersama Irma Suryani (kana). Foto: Istimewa--

Sementara itu, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda Kabupaten/Kota, Dra. Minarni, M.KM., menyoroti tantangan pengasuhan anak di tengah kesibukan orang tua.

BACA JUGA:Pj Sekda Ogan Ilir Hadiri Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Dukungan Penuh Cegah Stunting

BACA JUGA:Setahun RDPS, Palembang Tancap Gas Menuju 2027: Ekonomi Tumbuh, Stunting Terus Turun Signifikan

Menurutnya, banyak ibu saat ini bekerja sehingga sebagian anak harus dititipkan kepada anggota keluarga lain, seperti nenek maupun adik. Selain itu, keberadaan tempat penitipan anak juga menjadi salah satu pilihan bagi orang tua yang memiliki aktivitas pekerjaan.

Dalam kondisi tersebut, peran ayah dalam tumbuh kembang anak dinilai tetap sangat penting. Minarni menyebut saat ini terdapat program Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah, terutama pada momentum tahun ajaran baru.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak, sehingga tanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya dibebankan kepada ibu.

“Sekarang ini sudah banyak ibu yang mengurus anak, padahal ayah juga sangat berperan dalam tumbuh kembang anak,” jelasnya.

BACA JUGA:Melalui Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri Perluas Akses Gizi dan Air Bersih guna Mendukung Penurunan Stunting

BACA JUGA:Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah

Dari tingkat provinsi, Penata KKB Ahli Muda, M. Jumliadi, S.IP., M.Si., menyampaikan pentingnya kesiapan pasangan sebelum menikah dan memiliki anak.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menikah pada usia yang belum matang. Menurutnya, kesiapan secara fisik, mental dan ekonomi menjadi faktor penting dalam membangun keluarga yang harmonis.

Pernikahan dini maupun kehamilan pada usia yang terlalu muda dinilai dapat meningkatkan berbagai risiko apabila pasangan belum memiliki kesiapan yang memadai. Faktor ekonomi juga disebut menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi ketahanan keluarga dan berujung pada konflik rumah tangga.

Selain usia terlalu muda, Jumliadi juga mengingatkan masyarakat mengenai kehamilan pada usia yang lebih tua. Perencanaan kehamilan perlu diperhatikan, terutama bagi perempuan yang telah memasuki usia di atas 35 tahun karena kehamilan memiliki risiko yang lebih besar dan membutuhkan perhatian kesehatan yang lebih serius.

BACA JUGA:Pemkab Banyuasin Gencar Turunkan Angka Stunting

BACA JUGA:Lomba Masak Ikan di Palembang Lahirkan Inovasi Menu Lezat, Dorong Penurunan Stunting

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: