Sempat Berikan Perlawanan, Pengendara Motor di Palembang Tiba-tiba Distop dan Dikeroyok 2 OTK Pakai Sajam
Entah tahu musababnya, seorang pengendara motor di Kota Palembang secara tiba-tiba distop dan dikeroyok oleh dua (2) orang tak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis pisau.-Dok.Sumeks.co-
PALEMBANG, SUMEKS.CO - Entah tahu musababnya, seorang pengendara motor di Kota PALEMBANG secara tiba-tiba distop dan dikeroyok oleh dua (2) orang tak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis pisau, Kamis 1 Januari 2026.
Meski sempat memberikan perlawanan terhadap salah seorang terduga pelaku, namun melihat rekan pelaku mengeluarkan Sajam, korban tak kuasa menahannya sehingga memilih melepaskan kedua terduga pelaku untuk kabur.
Tak terima telah menjadi korban pengeroyokan okeh 2 OTK pakai Sajam, korban yakni M Atta S (24) warga Jalan PSI Lautan Kecamatan Gandus melaporkan peristiwa dialaminya ke SPKT Polrestabes Palembang, Selasa 30 Desember 2025 kemarin.
Dihadapan petugas, korban menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dialaminya pada Minggu 28 Desember 2025, kemarin sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Temon Kelurahan 27 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Kota Palembang.
BACA JUGA:Bermula Cekcok Berujung KDRT, IRT di Palembang Malah Dikeroyok Keluarga Suaminya
Berawal dirinya melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan menggunakan sepeda motor, tiba-tiba dirinya diserang oleh dua orang Terlapor.
Korban menjelaskan alasan kedua Terlapor yang sedang berjalan kaki menyerangnya diduga karena ketersinggungan atau salah paham terhadap dirinya.
Kedua terlapor langsung memukul korban, namun korban melakukan perlawanan dan berhasil menangkap salah satu terlapor.
Melihat temannya terlapor ditangkap korban, terlapor lainnya langsung mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan akan menyerang korban.
BACA JUGA:Ditengahi Bupati, Kasus Kades Lempuing OKI Dikeroyok Oknum Anggota Berakhir Damai
BACA JUGA:Kades Lempuing OKI dan Saudaranya dikeroyok Diduga Oleh Oknum Anggota, Gegara Masalah Ini
Melihat terlapor menyerangnya dengan sajam, korban langsung melepaskan teman terlapor yang sempat ditangkapnya.
"Keduanya (terlapor) langsung melarikan diri meninggal TKP. Saya sempat akan mengejar kedua terlapor namun banyak masyarakat sekitar TKP mencegah, agar tidak terjadi lagi keributan." ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

