Banner Pemprov

Fakta vs Hoaks: Mengupas Mitos Makanan yang Masih Menjebak Banyak Orang

Fakta vs Hoaks: Mengupas Mitos Makanan yang Masih Menjebak Banyak Orang

Mengupas mitos makanan yang masih dipercaya banyak orang--

Berbagai studi menunjukkan bahwa mengadopsi pola makan tanpa gluten tidak memberikan manfaat kesehatan yang berarti bagi individu yang sehat, dan malah dapat meningkatkan kemungkinan kekurangan gizi jika tidak diatur dengan baik.

Namun, bagi mereka yang menderita penyakit celiac atau intoleransi terhadap gluten, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang diberi label bebas gluten.

BACA JUGA:Inilah 7 Manfaat Pepaya untuk Kesehatan Tubuh, Melancarkan Pencernaan, Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

BACA JUGA:5 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Seafood! Tips Kesehatan yang Aman dan Sehat

3. Makanan “Rendah Lemak” lebih sehat

Makanan dengan label "rendah lemak" sering kali justru merugikan. Di sejumlah produk, jumlah sodium dan gula seringkali ditambahkan dalam jumlah lebih banyak untuk menyamarkan kehilangan rasa yang diakibatkan oleh pengurangan lemak.

Walaupun ada banyak produk yang berkualitas, tidak semua yang diberi label bebas lemak dapat dianggap lebih baik untuk kesehatan.

4. Kebiasaan Makan Camilan yang Tidak Sehat untuk Tubuh

Anggapan ini juga tidak sepenuhnya akurat. Makanan ringan di antara waktu makan tetap penting untuk memenuhi asupan energi, namun dengan catatan memilih makanan ringan yang bergizi dan jauhi makanan yang mengandung lemak atau gula tinggi, seperti keripik, kue, atau cokelat.

BACA JUGA:5 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Seafood! Tips Kesehatan yang Aman dan Sehat

BACA JUGA:5 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Seafood! Tips Kesehatan yang Aman dan Sehat


Salah satu mitos yang dipercaya adalah telur tidak sehat karena kolesterol yang padahal tidak benar--

5. Telur Tidak Baik untuk Kesehatan

Telur selalu dianggap sehat dikarenakan kandungan koleterolnya yang tinggi yang padahal sebenarnya telur tidak menaikkan kolesterol pada darah secara signifikan jika digabungkan dengan kebiasaan makan sehat.

Yang menjadi penyebab utamnya adalah lemak jahat. Berdasarkan studi dari Harvard Health Publishing mengatakan bahwa lemak trans dan jenuh adalah penyebab utamanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: