Dokter Program Internship Meninggal, IKA FH Unsri Siap Kawal

Dokter Program Internship Meninggal, IKA FH Unsri Siap Kawal

Ilustrasi.--

JAKARTA, SUMEKS.CO - Kematian seorang dokter yang tengah menjalani program internship mendapat perhatian dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri). 

IKA FK Unsri menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kasus meninggalnya seorang dokter tersebut. Sang dokter dilaporkan mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, Jumat, pasca bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal.

Ketua Umum IKA FK Unsri Achmad Junaidi menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas pusat untuk memastikan penyebab kematian sejawatnya tersebut diusut secara tuntas.

Achmad Junaidi menjelaskan bahwa langkah pelaporan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merupakan hasil kesepakatan internal organisasi guna memastikan transparansi proses.

BACA JUGA:Ini Jumlah Korban Dokter Abal-abal Mantan Finalis Putri Indonesia di Riau

BACA JUGA:Istiqomah Katin Jadi Dokter Spesialis di Usia 28 Tahun, ini Perjalanan Akademiknya

"Prosesnya sudah kami laporkan ke pusat. Nanti Kementerian Kesehatan yang akan melakukan investigasi, jadi kita tunggu hasilnya seperti apa," ujar Junaidi dalam keterangannya dikutip dari ANTARA, Sabtu (2/5/2026).

Meskipun kewenangan penuh berada pada Kemenkes selaku penanggung jawab program internship, IKA FK Unsri memastikan akan terus memantau setiap tahapan hingga hasil akhir keluar.

Isu Dugaan Penyakit dan Perundungan

Saat ditanya mengenai penyebab kematian, pihak IKA FK Unsri belum bisa memberikan pernyataan medis secara spesifik karena tidak terlibat langsung dalam penanganan di rumah sakit. Namun, informasi sementara yang beredar menyebutkan adanya dugaan masalah kesehatan pada organ pernapasan.

BACA JUGA:Dokter Puskesmas Rasuan Raih Grand Prize Pesirah BSB Martapura 2026

BACA JUGA:Pencuri iPad Dokter Muda di RSM Palembang Tertangkap Saat Kembali Menyamar Sebagai Keluarga Pasien

"Kalau penyebabnya silakan ditanyakan ke dokter yang merawat. Informasinya ada dugaan infeksi paru-paru, tetapi kami tidak tahu persis karena tidak menangani langsung," jelasnya.

Pihaknya juga akan mendalami adanya isu lain yang berkembang di lingkungan kerja, termasuk dugaan tindakan perundungan (bullying). Hal ini menjadi bagian penting dalam investigasi menyeluruh untuk mengevaluasi lingkungan kerja dokter muda di rumah sakit.

"Kami siap mengawal sampai selesai. Namun karena program ini berada di bawah Kementerian Kesehatan, maka mereka yang akan melakukan investigasi dan menentukan hasil akhirnya," kata Junaidi.

Respons Kemenkes

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: