Banner Pemprov

Disbudpar Sumsel Gandeng UBD Kembangkan Riset Digital Pelestarian Budaya

Disbudpar Sumsel Gandeng UBD Kembangkan Riset Digital Pelestarian Budaya

UBD dan Disbudpar Sumsel perkuat kolaborasi riset budaya berbasis teknologi, didukung Hibah Indonesiana 2025 dari Kementerian Kebudayaan.--

Kerja sama antara UBD dan Disbudpar Sumsel sebenarnya telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir, khususnya dalam pengembangan aplikasi aksara daerah.

Kolaborasi tersebut kini diperluas dengan pengembangan literasi digital terkait rumah adat dan sejarah lokal Sumatera Selatan agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga relevansi budaya daerah di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Prestasi tim UBD semakin diperkuat dengan keberhasilan empat dosennya meraih pendanaan Hibah Indonesiana 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

BACA JUGA:Manajer Inovasi dan Inkubator Bisnis UBD Jadi Narasumber Seminar Nasional KOMPAS 2026

BACA JUGA:Perkuat Budaya Literasi, Perpustakaan UBD Teken MoA dengan SMK PGRI 2 Palembang

Assoc. Prof. Dr. Yesi Novaria Kunang memperoleh hibah untuk pengembangan aplikasi penerjemah bahasa daerah.

Dr. Ferry Kurniawan mendapatkan pendanaan untuk riset pantun bebaso Palembang sebagai bagian dari pelestarian tradisi lisan.

Dr. Noviria Sukmawati meraih hibah untuk pengembangan senam Komering yang mengangkat unsur budaya lokal dalam bentuk aktivitas fisik.

Vivi Sahfitri, M.M., juga memperoleh pendanaan untuk pengembangan aplikasi budaya anak yang bertujuan mengenalkan nilai-nilai budaya sejak usia dini.

Program Hibah Indonesiana tersebut menjadi bukti pengakuan pemerintah pusat terhadap kontribusi Universitas Bina Darma dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya melalui riset akademis yang aplikatif.

Pihak Disbudpar Sumsel menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti hasil riset dengan memperkenalkan aplikasi-aplikasi tersebut kepada Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan.

Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mempercepat proses digitalisasi warisan budaya leluhur Sumatera Selatan.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional.

Dengan dukungan teknologi dan pendanaan nasional, upaya pelestarian budaya daerah kini semakin terbuka luas untuk menjangkau generasi muda secara lebih efektif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait