Pemilu Israel, ini Hasil Hitung Cepat
Benjamin Netanyahu.--
Peristiwa itu kemudian memicu perang berkepanjangan di Gaza serta konflik dengan Hezbollah di Lebanon dan Iran.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 74.000 warga Palestina telah tewas akibat perang tersebut.
Kebijakan keamanan menjadi salah satu persoalan utama yang membedakan Netanyahu dan oposisi dalam kampanye.
Namun, meskipun menawarkan perubahan kepemimpinan, Eisenkot tidak mendukung pembentukan negara Palestina.
Ia juga menyatakan bahwa sayap militer Hamas harus dihancurkan atau dibubarkan. Eisenkot mengkritik hasil perang Israel di Gaza karena menilai Hamas masih menguasai wilayah tersebut. Dengan demikian, pergantian pemerintahan Israel belum tentu membawa perubahan mendasar terhadap kebijakan mengenai Palestina.
BACA JUGA:Tunjuk Dubes, Israel Negara Pertama Mengakui Kemerdekaan Somaliland
BACA JUGA:Kemlu RI Kecam Pemasangan Spanduk Propaganda Militer Israel di Reruntuhan RS Indonesia
Sementara itu, partai-partai Arab Israel berharap tingginya partisipasi pemilih dapat memperkuat posisi politik mereka. Kandidat dari aliansi Joint List, Faten Gattas, menyampaikan penolakan terhadap pendudukan dan diskriminasi.
"Kami menolak pendudukan dan rasisme, dan kami akan tetap berada di sini," kata Gattas dalam pidato di markas aliansi tersebut di Nazareth.
Partisipasi pemilih Israel tertinggi dalam dua dekade
Komite Pemilihan Umum Pusat Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lebih dari dua dekade terakhir dan meningkat sekitar tujuh poin persentase dibandingkan pemilu 2022. Antrean panjang terlihat di sejumlah tempat pemungutan suara sepanjang Selasa.
Tingginya partisipasi terjadi ketika masyarakat Israel menghadapi berbagai persoalan terkait keamanan, perang, dan masa depan kepemimpinan negara. Netanyahu, yang kini berusia 77 tahun, telah menjabat sebagai perdana menteri selama hampir 19 tahun dalam tiga dekade terakhir. Ia beberapa kali berhasil mempertahankan atau merebut kembali kekuasaan setelah menghadapi krisis politik.
Sejak 2009, lawan-lawan politiknya hanya sekali berhasil menggantikannya sebagai perdana menteri. Namun, sekitar 18 bulan kemudian, Netanyahu kembali menjabat. Dalam kampanye pemilu kali ini, Netanyahu juga mendapat dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menjadi sekutunya dalam konflik dengan Iran.
Di sisi lain, ia masih menghadapi proses hukum terkait tuduhan korupsi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Netanyahu membantah tuduhan tersebut.
Kapan hasil resmi pemilu Israel diumumkan?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:











