Banner Pemprov

Pemilu Israel, ini Hasil Hitung Cepat

Pemilu Israel, ini Hasil Hitung Cepat

Benjamin Netanyahu.--

BACA JUGA:3 Negara Kecam Operasi Darat Israel ke Lebanon, Serukan Dunia Internasional Tekan Zionis

"Bangsa ini telah memberi kita tugas yang sakral, yaitu menerjemahkan kepercayaan yang diberikan kepada kita menjadi tindakan, memperkuat demokrasi, menyelamatkan Israel, dan memberikan perlindungan nyata bagi negara," lanjutnya.

Meski demikian, pernyataan para pemimpin oposisi tersebut belum berarti pembentukan pemerintahan baru telah dipastikan. Mereka masih harus menunggu hasil akhir pemilu dan menentukan kemungkinan kerja sama dengan partai-partai lain.

Siapa Gadi Eisenkot, penantang utama Netanyahu?

BACA JUGA: Detik-Detik 9 Relawan Indonesia Dibebaskan dari Israel, Disambut Haru Setiba di Tanah Air

BACA JUGA:Kapal Misi Kemanusiaan Global Sumud Dicegat Israel, Kemlu RI Diminta Lakukan Diplomasi Darurat

Gadi Eisenkot, 66 tahun, merupakan mantan panglima militer Israel yang kini memimpin Partai Yashar. Ia menjadi penantang terkuat Netanyahu dalam pemilu kali ini dengan menonjolkan pengalaman militernya serta menawarkan pendekatan politik dalam negeri yang lebih moderat.

Eisenkot baru memasuki dunia politik sekitar empat tahun lalu.

Setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, ia bergabung dengan kabinet perang Netanyahu. Namun, delapan bulan kemudian, Eisenkot mengundurkan diri karena mengkritik kepemimpinan perdana menteri tersebut. Perang di Gaza juga memiliki dampak pribadi bagi Eisenkot.

Putranya dan dua keponakannya tewas dalam konflik tersebut. Dalam kampanye pemilu, Eisenkot menekankan pengalaman keamanan dan kebutuhan perubahan kepemimpinan Israel.

Meski demikian, ia tetap memiliki pandangan keras terhadap sejumlah persoalan keamanan, terutama terkait Hamas dan Palestina.

BACA JUGA:Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon, Komandan Jihad dan Putrinya Tewas

BACA JUGA:Israel Kewalahan Tangkal Serangan Drone Hizbullah

Pemilu Israel dan Palestina, apakah kebijakan akan berubah?

Pemilu Israel kali ini merupakan pemungutan suara nasional pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dalam serangan tersebut, sekitar 1.200 orang tewas di Israel dan 251 orang dibawa ke Gaza sebagai sandera.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: