Banner Pemprov

Mendadak, Netanyahu Berkunjung ke UEA

Mendadak, Netanyahu Berkunjung ke UEA

Benjamin Netanyahu.--

TEL AVIV, SUMEKS.CO - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu diam-diam melakukan kunjungan mendadak ke Uni Emirat Arab (UEA). Hal itu diketahui dari laporan media-media Israel. Dalam kunjungan itu, Netanyahu melakukan pertemuan dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Kunjungan diam-diam Netanyahu itu, seperti dilansir AFP, Senin (28/9/2026), diungkapkan oleh sejumlah media Israel, seperti televisi Channel 12 dan KAN, kemudian surat kabar Haaretz dan The Jerusalem Post dalam laporan pada Ahad (27/9/2026).

Tidak disebutkan lebih lanjut oleh media-media Israel itu mengenai sumber laporan mereka.

Laporan media-media Israel itu menyebutkan bahwa Netanyahu telah melakukan kunjungan satu hari ke UEA untuk bertemu Presiden Mohamed bin Zayed atau MBZ.

BACA JUGA:Hamas Siap Gantung Senjata, Israel Serang Warga Gaza, 13 Orang Tewas

BACA JUGA:Kesepakatan Tercapai, Hamas Gantung Senjata, Israel Mundur dari Gaza

Namun tidak diketahui secara jelas apa saja yang dibahas oleh kedua pemimpin dalam pertemuan singkat tersebut.

Kantor PM Israel belum memberikan tanggapan langsung atas laporan media tersebut.

Laporan soal kunjungan Netanyahu ke UEA itu muncul saat situasi Timur Tengah masih diselimuti perang, yang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, yang dimulai sejak akhir Februari lalu.

Kunjungan diam-diam itu, jika memang terkonfirmasi, dilakukan beberapa pekan setelah laporan mengejutkan dari berbagai media lokal Israel, yang mengungkapkan bahwa Presiden UEA telah memperingatkan Netanyahu sebelum Hamas melancarkan serangan mematikan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang tanpa henti di Jalur Gaza.

BACA JUGA:10 Negara Eropa-Barat Larang 2 Menteri Israel Masuk Wilayahnya

BACA JUGA:Netanyahu Dikritik Mantan PM Israel, ini Penyebabnya

Disebutkan laporan-laporan media Israel bahwa Netanyahu tidak meneruskan peringatan yang diterimanya itu kepada badan-badan keamanan Israel.

Netanyahu telah membantah keras laporan media tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: