Cek,5 Mitos tentang LASIK yang Masih Sering Dipercaya

Kamis 05-11-2026,07:22 WIB
Reporter : Wiwik
Editor : Wiwik

2. Semua Orang Cocok LASIK 

Kelayakan seseorang untuk menjalani tindakan ini selalu bertumpu pada serangkaian kriteria medis yang ketat.

Syarat umumnya mencakup usia minimal 18 tahun karena ukuran refraksi mata masih terus berkembang pada usia remaja, ukuran minus atau silinder yang stabil selama 6 sampai 12 bulan, serta ketebalan jaringan kornea yang memadai.

Sebaliknya, tindakan ini tidak disarankan bagi penderita kornea tipis, keratokonus, kondisi mata kering berat, infeksi mata, glaukoma stadium lanjut, katarak, diabetes tidak terkontrol, maupun ibu hamil.  

Rangkaian pemeriksaan praoperasi memastikan apakah kornea Anda aman untuk tindakan laser.

Dokter spesialis mata akan mengukur tekanan bola mata, ketebalan serta kelengkungan kornea, kualitas lapisan air mata, ukuran pupil, derajat kelainan refraksi, hingga kesehatan retina.  

3. LASIK Sangat Menyakitkan 

Banyak orang membayangkan bedah mata berlangsung tegang dan menyakitkan, padahal prosedur LASIK dirancang agar tetap nyaman bagi pasien.

Sebelum alat laser bekerja, dokter meneteskan anestesi lokal agar permukaan mata mati rasa, sehingga Anda hanya merasakan sensasi tekanan ringan selama tindakan.

Seluruh proses bedah refraksi ini berlangsung singkat, rata-rata hanya memakan waktu beberapa menit untuk setiap bola mata.  

Masa pemulihan penglihatan tergolong cepat. Sebagian besar orang sudah mampu melihat jelas keesokan harinya, kendati ketajaman penglihatan terkadang masih berfluktuasi pada awal pemulihan dan baru stabil dalam beberapa minggu hingga bulan.

Banyak pasien sudah bisa kembali bekerja serta menyetir dalam waktu satu sampai dua hari.  

4. LASIK Bikin Mata Kering Permanen 

Penurunan produksi air mata pascaoperasi merupakan respon pemulihan jaringan kornea yang paling lazim ditemui.

Sensasi mata kering setelah LASIK bersifat sementara dan biasanya mereda dalam rentang 3 sampai 6 bulan.

Pada bulan ketiga, keluhan kering berderajat ringan dialami sekitar 23 persen pasien, sedangkan keluhan tingkat sedang hanya muncul pada 2 sampai 3 persen orang.  

Kategori :