Coba lakukan pengisian daya menggunakan perangkat yang kompatibel. Pastikan konektor, port pengisian, dan sistem pengisian bekerja normal.
Periksa pula apakah kendaraan mendukung jenis pengisian yang dibutuhkan, seperti AC atau DC fast charging, sesuai varian dan spesifikasinya.
5. Pastikan layanan purnajual tersedi
Sebelum membeli, cari tahu lokasi bengkel resmi atau bengkel spesialis kendaraan listrik yang dapat menangani model tersebut. Periksa juga ketersediaan suku cadang dan prosedur klaim garansi.
Dukungan purnajual penting karena tidak semua bengkel umum memiliki peralatan dan teknisi untuk menangani sistem tegangan tinggi pada mobil listrik.
Apakah Mobil Listrik Bekas Lebih Menguntungkan daripada Mobil Baru?
Membeli mobil listrik bekas dapat memberikan keuntungan dari sisi harga awal. Pembeli bisa mendapatkan kendaraan dengan fitur yang relatif lengkap tanpa harus membayar harga unit baru.
BACA JUGA:Mengapa Mobil Listrik Jarang Terlihat di Jepang, Padahal Charging Station Ditarget 300 Ribu Titik
Namun, penurunan harga jual kembali juga perlu menjadi perhatian. Perkembangan teknologi baterai, hadirnya model baru, perubahan harga mobil listrik baru, dan kebijakan pasar dapat memengaruhi nilai kendaraan bekas.
Karena itu, mobil listrik seken lebih tepat dipilih berdasarkan kebutuhan dan kondisi unit, bukan hanya karena harga terlihat murah.
Pengguna yang membutuhkan mobil untuk perjalanan harian dalam kota dapat mempertimbangkan model kompak. Sementara itu, keluarga yang sering bepergian bersama dapat melihat pilihan MPV atau SUV listrik dengan kabin lebih luas.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah kebiasaan berkendara dan akses pengisian daya. Jika tersedia fasilitas pengisian di rumah, penggunaan mobil listrik cenderung lebih mudah direncanakan. Sebaliknya, pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh perlu memetakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU di sepanjang rute.
BACA JUGA:Ini Daftar Mobil Listrik di Bawah Rp300 Juta Oktober 2026, Pilihannya Makin Beragam