6 Mobil Listrik Bekas Paling Worth It Dibeli pada Akhir 2026

Rabu 04-11-2026,16:00 WIB
Reporter : Tri
Editor : Wiwik

BACA JUGA:Mobil Listrik Zeekr 7X 2027 Makin Garang, Baterai 103 kWh, Tenaga 784 HP, Siap Tantang Tesla Model Y

BACA JUGA:Berikut Daftar Mobil Listrik Baru Di Pameran PEVS 2026, Target Transaksi Rp 500 Miliar

Harga yang lebih murah memang menjadi daya tarik utama mobil listrik seken. Namun, pembeli perlu memahami bahwa kondisi kendaraan jauh lebih penting dibandingkan sekadar tahun produksi atau angka kilometer pada odometer.

Berikut lima pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan sebelum transaksi.

1. Periksa kesehatan baterai atau State of Health (SoH)

SoH menggambarkan kondisi kapasitas baterai dibandingkan kondisi awalnya. Semakin baik kondisi baterai, semakin besar kemampuan penyimpanan energi yang masih tersedia dibandingkan kapasitas awal.

Mintalah laporan pemeriksaan baterai dari bengkel resmi atau teknisi yang memiliki alat diagnostik sesuai kendaraan. Jangan hanya mengandalkan indikator persentase baterai di layar.

BACA JUGA:Mobil Listrik China vs Mobil Jepang, Mana Lebih Unggul? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

BACA JUGA:Mobil Listrik China vs Mobil Jepang, Mana Lebih Unggul? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

2. Pastikan garansi baterai masih berlaku

Setiap merek dan model memiliki ketentuan garansi berbeda. Periksa masa berlaku, batas kilometer, komponen yang ditanggung, dan ketentuan pengalihan garansi kepada pemilik berikutnya.

Pastikan pula nomor rangka dan identitas kendaraan sesuai dengan dokumen garansi.

3. Periksa riwayat tabrakan dan kerusakan bagian bawah mobil

Baterai traksi pada mobil listrik umumnya ditempatkan di bagian bawah kendaraan. Karena itu, pemeriksaan area bawah mobil penting untuk mengetahui kemungkinan benturan, deformasi, korosi, atau kerusakan pelindung baterai.

Jika kendaraan pernah mengalami kecelakaan atau terendam banjir, mintalah informasi dan bukti perbaikan secara lengkap.

4. Uji sistem pengisian daya

Kategori :