BACA JUGA:Pidato Prabowo Gegerkan PBB, Indonesia Siap Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza Palestina
Melihat hal ini, Komite Nobel Norwegia sangat menganggap penting peran Pillay. Ia disebutkan sebagai kekuatan pendorong dalam pengembangan sistem hukum dan ketertiban internasional.
Ketika jumlah perang, konflik, dan lembaga hukum internasional di bawah serangan politik, Komite Nobel berharap ada seorang yang mampu untuk menyelesaikan konflik tanpa kekerasan atau paksaan. Langkah ini bisa diwujudkan dengan supremasi hukum internasional.
"Sistem hukum internasional di mana penjahat perang dimintai pertanggungjawaban dan korban penyalahgunaan melihat keadilan ditegakkan adalah prasyarat untuk dunia yang damai," tulis Nobel Prize.
BACA JUGA:Jelang Presiden Prabowo Jadi Pembicara Ketiga di Sidang PBB ke-80
BACA JUGA:Usai Bertemu Pimpinan Hamas, Menantu Trump Bertemu Netanyahu
Respons Navi Pillay Usai Dapat Nobel Perdamaian
Pillay menyatakan bahwa dia mendengar kabar mendapatkan Hadiah Nobel saat sedang berada di ruang sidang. Kala itu ia tengah mendengarkan panel membicarakan tentang keadilan dan reparasi.
Di tengah sidang, ia dipanggil oleh Direktur Nuremberg Principles Academy International, Christoph Safferling dengan wajah serius. Ia memberikan kabar tersebut kepada Pillay.
"Mereka semua melihatnya di media terlebih dahulu, jadi saya menatapnya tidak percaya. Secara bertahap saya mendapatkan semua pemberitahuan dan menonton pengumuman itu. Jadi, kemudian saya mulai percaya. Saya benar-benar terkejut dan sangat-sangat merasa terhormat dan tersentuh," ungkap Pillay.
Reaksi Pillay juga dibagikan dalam tayangan media sosial Instagram kantor berita Al Jazeera. Saat keluar dari ruangan, ia mendapatkan tepuk tangan meriah dan dijawab dengan gurauan.
BACA JUGA:Hamas Siap Gantung Senjata, Israel Serang Warga Gaza, 13 Orang Tewas
BACA JUGA:Kesepakatan Tercapai, Hamas Gantung Senjata, Israel Mundur dari Gaza
"Terima kasih banyak, terima kasih banyak. Jika kalian bertepuk tangan sedikit lebih banyak, mungkin saya akan berbagi hadiah ini dengan Trump (Donald Trump Presiden AS)," guraunya.
Pillay menyebut tepuk tangan apresiasi itu sangat berarti baginya. Menurutnya, seseorang tidak pantas menerima penghargaan jika publik tidak setuju.
Melalui tepuk tangan yang ia dapatkan, Pillay meyakini publik setuju bila ia layak mendapatkan Nobel Perdamaian 2026.
"Jadi begitulah cara saya menghargai tepuk tangan Anda hari ini, terima kasih banyak. Tetapi, sebagai seorang pengacara dan hakim, sata tetap ingin memverifikasi informasi ini," sebut Pillay. (dri)