“Masyarakat adalah mata dan telinga kita di lapangan. Karena itu, kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya sangat penting dalam mencegah karhutla,” ujar Herman Deru.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat, Herman Deru memberikan bonus Rp10 juta bagi warga yang melaporkan kejadian karhutla. Bupati OKI H Muchendi Mahzareki turut memberikan bonus Rp5 juta bagi pelapor karhutla di wilayah Kabupaten OKI.
BACA JUGA:Warga Tulung Selapan Meninggal Dunia Diduga Terhirup Asap Karhutla Usai Padamkan Api di Kebun
Pemberian apresiasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab seluruh pihak.
Masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dari ancaman kebakaran.
Selain masyarakat, pengendalian karhutla dilakukan bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta dunia usaha. Pemerintah juga memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadam di wilayah rawan untuk mendukung penanganan secara cepat.
Penguatan peran masyarakat dilakukan sejalan dengan pemetaan 107 desa yang masuk kategori rawan karhutla. Sebanyak 61 desa di antaranya menjadi wilayah prioritas yang tersebar di enam kecamatan, yakni Tulung Selapan, Cengal, Sungai Menang, Pangkalan Lampam, Pampangan, dan Air Sugihan.