Buka Bimtek Transformasi Perpustakaan, ini Pesan Plt Sekda Luwu Utara
Bimtek transformasi perpustakaan.--
MASAMBA, SUMEKS.CO - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Luwu Utara menggelar bimbingan teknis transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial bagi pengelola Perpustakaan di Desa dan Kelurahan.
Bimtek yang diikuti 16 OPD, 10 Kepala Desa se-Lutra dan pengelola perpustakaan desa dan Kelurahan sebanyak 22 orang dihadiri Bunda Literasi Luwu Utara Ir Misnawati Andi Rahim serta pembicara dari Provinsi Sulawesi Selatan dibuka secara resmi Plt Sekretaris Daerah Jumal Jayair Lussa, Rabu (28/10/2026) di Hotel Remaja Masamba.
Plt Sekretaris Daerah Jumal Jayair Lussa dalam sambutannya mengatakan atas nama pemerintah kabupaten luwu utara dan mewakili bapak bupati, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan bimtek tpbis yang dirangkaikan dengan pertemuan pemangku kepentingan ini.
"Sebagaimana kita ketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengelolaan perpustakaan tingkat daerah kabupaten/kota tahun 2026. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi merupakan wujud komitmen kita dalam mendukung program prioritas nasional, yaitu peningkatan budaya literasi.
BACA JUGA:Ketua Komisi I DPRD Luwu Utara Mantap Nyalon Ketua Golkar
BACA JUGA:Sekretaris DPRD Luwu Utara Ikuti Salat Istisqa Pemkab
Kita harus sepakat, bahwa perpustakaan hari ini harus bertransformasi. melalui program tpbis, kita ingin melakukan transformasi besar. perpustakaan desa harus menjadi pusat informasi, pusat belajar, pusat berkegiatan, dan pusat pemberdayaan masyarakat," kata Jumal.
"Sesuai dengan tema kita hari ini:“transformasi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial untuk kesejahteraan masyarakat dan penguatan literasi di kabupaten Luwu Utara. Tema ini mengandung makna yang sangat dalam. inklusi sosial berarti perpustakaan harus terbuka untuk semua, tanpa membedakan usia, pendidikan, latar belakang ekonomi, dan harus memberikan solusi nyata bagi kebutuhan warga."
Konsep inklusi sosial yang diusung perpustakaan nasional ini sangat relevan dengan visi kabupaten luwu utara. perpustakaan tidak boleh eksklusif, harus inklusif. perpustakaan harus hadir menjawab kebutuhan riil masyarakat.artinya, keberhasilan perpustakaan tidak lagi diukur dari berapa banyak jumlah buku atau jumlah pengunjung yang datang meminjam buku, tetapi diukur dari berapa banyak masyarakat yang hidupnya menjadi lebih baik, lebih terampil, dan lebih sejahtera karena keberadaan perpustakaan.
BACA JUGA:Perkuat Pengawasan Keuangan Daerah, Bupati Luwu Utara Buka Bimtek DPRD
BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD Luwu Utara Serap Aspirasi Masyarakat Melalui Reses di Kecamatan Sukamaju
Oleh karena itu, pada pertemuan pemangku kepentingan hari ini, dia ingin menekankan 3 hal: pertama, penguatan komitmen dan kolaborasi.transformasi perpustakaan tidak bisa dibebankan hanya kepada dinas perpustakaan dan kearsipan. saya minta kepada seluruh kepala OPD yang hadir, untuk menjadikan perpustakaan desa sebagai mitra kerja.
Misalnya, Dinas PMD dapat mendorong penganggaran perpustakaan melalui dana desa. Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Pertanian dapat melaksanakan pelatihan‑pelatihan di perpustakaan desa. Dinas Kominfo dapat mendukung konektivitas internet.
"Ini yang kita sebut kolaborasi pentahelix. kedua, penguatan kelembagaan perpustakaan desa.kepada para kepala desa, saya minta agar perpustakaan desa benar‑benar diaktifkan kembali. siapkan gedung yang layak, siapkan pengelola yang berkompeten, dan alokasikan anggaran yang memadai. perpustakaan desa adalah salah satu indikator kemajuan desa dalam indeks desa membangun. ketiga, penguatan inovasi layanan.kepada para peserta bimtek, saya berpesan jadilah pustakawan yang inovatif," harapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:











