Saya sudah mengincar mendaftar di kampus-kampus idaman. Saya juga sudah mengambil ulang tes TOEFL untuk memastikan bisa masuk universitas sebaik mungkin. Lumayan, nilai TOEFL saya melonjak ke 630.
Di atas kertas, saya bisa ke universitas mana saja.
Tapi waktu itu 1997.
Krisis moneter. Dollar melompat begitu tinggi. Dari Rp 3.200 hingga tembus Rp 17 ribu. Mimpi kuliah lanjutan kembali menghadapi ancaman... (azrul ananda/bersambung)