DEMPO SELATAN, SUMEKS.CO - Anggota DPR RI Komisi IX Irma Suryani kembali menyambangi Kota Pagaralam dalam rangka kegiatan fasilitasi teknis Program Bangga Kencana bersama mitra kerja, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di SMKN 1 Pagaralam, Jl Pesirah Kohar Km 22, Desa Suka Cinta, Kecamatan Dempo Selatan. Kegiatan menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keluarga berencana (KB), pengaturan jarak kelahiran, serta upaya mencegah stunting sejak masa kehamilan.
Dalam kegiatan tersebut, hadir M Jumliadi SIP MSi., Penata KKB Ahli Muda BKKBN Sumatera Selatan. Ia menyampaikan bahwa program KB memiliki peran penting dalam membantu keluarga merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak.
BACA JUGA:Tekan Stunting, ini yang Dilakukan Pemkot Pagaralam
BACA JUGA:Kilang Plaju Kembali Salurkan PMT, Dorong Anak-Anak di Sungai Rebo Tumbuh Sehat Bebas Stunting
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa pengaturan kelahiran bukan sekadar membatasi jumlah anak, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan orang tua dalam memberikan pendidikan, kesehatan dan kebutuhan anak secara optimal.
“KB itu penting untuk mengatur jangan sampai setahun lahir, setahun lahir. Kita anjurkan anak ideal cukup dua saja,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kondisi ekonomi saat ini membuat kebutuhan keluarga semakin besar. Biaya pendidikan, kesehatan dan berbagai kebutuhan lainnya membutuhkan perencanaan yang matang. Karena itu, pasangan usia subur dianjurkan mempertimbangkan kemampuan keluarga sebelum merencanakan kehamilan berikutnya.
“Zaman sekarang pendidikan mahal dan lainnya serba mahal, maka kita utamakan pendidikan dan kesehatan anak,” jelasnya.
BACA JUGA:Stunting hingga Lapangan Kerja Jadi Perhatian, Pemkot Pagar Alam Matangkan Peta Jalan Kependudukan
Jumliadi juga memaparkan sejumlah pilihan alat kontrasepsi yang dapat digunakan masyarakat. Di antaranya pil KB yang dikonsumsi setiap hari serta kontrasepsi suntik yang tersedia dalam pilihan satu bulan maupun tiga bulan.
Selain metode jangka pendek, terdapat pula metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan atau susuk KB. Alat tersebut dipasang di bawah kulit, umumnya pada bagian lengan.
Ada pula IUD atau spiral yang merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang. Lama penggunaannya dapat mencapai beberapa tahun, bahkan untuk jenis tertentu bisa digunakan hingga delapan sampai sepuluh tahun. Masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan metode yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Sekarang dikembalikan ke ibu-ibu, mana yang paling cocok,” katanya.