Disandera Selama 6 Hari, 20 Sarjana Baru di Nigeria Berhasil Diselamatkan
Militer Nigeria.--
SUMEKS.CO - Sebanyak 20 warga korban penculikan yang dilakukan sekelompok pria bersenjata di Negara Bagian Imo, Nigeria bagian tenggara, Nigeria berhasil diselamatkan kepolisian setempat pada Rabu (7/10/2026). Para korban diselamatkan setelah enam hari disandera.
Dilansir AFP, Kamis (8/10/2026), para korban merupakan penumpang bus anggota National Youth Service Corps (NYSC) Nigeria, program pengabdian nasional selama satu tahun bagi lulusan universitas. Mereka sedang dalam perjalanan dari Ibadan, ibu kota Negara Bagian Oyo di Nigeria barat daya.
Kepolisian Negara Bagian Imo mengatakan kedua bus tersebut dihentikan oleh sejumlah pria bersenjata yang belum teridentifikasi pada Kamis (1/10/2026), dini hari di sebuah jalan dekat Kota Umunoha.
BACA JUGA:3 Pegawai Distan Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Polisi Sebut Pelaku 8 Orang
BACA JUGA:Ini Kronologi Kontak Tembak Tim Gabungan TNI-Polri dengan KKB yang Menewaskan 4 Anggota Kriminal
"Para korban diselamatkan pada 7 Oktober 2026 di Desa Amakohia Ubi, Negara Bagian Imo, setelah operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan secara intensif," kata juru bicara kepolisian Ani Iniedu dalam sebuah pernyataan.
"Mereka kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis dan mendapatkan perawatan yang diperlukan," katanya.
Dia mengatakan polisi masih berupaya menangkap para penculik. Penculikan untuk mendapatkan uang tebusan yang dilakukan oleh kelompok kriminal, kelompok bersenjata, dan kelompok jihad menjadi industri bernilai jutaan dolar di negara dengan populasi terbesar di Afrika tersebut, meskipun kekerasan biasanya terkonsentrasi di wilayah utara.
BACA JUGA:Kodim Mimika Langsung Kejar KKB Culik dan Sandera Warga Sipil
BACA JUGA:Baru Mendarat, KKB Bakar Maskapai AMA, Pilot Dikabarkan Tewas
Wilayah tenggara Nigeria mengalami peningkatan kekerasan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penculikan dan serangan mematikan terhadap pos pemeriksaan keamanan. Kekerasan tersebut terjadi ketika kelompok separatis mendorong kemerdekaan wilayah tersebut. (dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




